NUSATIME.ID – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mencatat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 216.279 orang selama Januari hingga September 2026.

Capaian tersebut mencapai 45,95 persen dari target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, mengatakan realisasi program tersebut telah melampaui target sementara yang ditetapkan hingga Juli 2026, yakni sebesar 34,50 persen.

“Target kita hingga Juli hanya 34,50 persen. Sedangkan tercapai sudah 45,95 persen. Secara keseluruhan target CKG selama 2026 sebesar 46 persen dari 470.700 orang,” kata Gina di Simpang Empat, Kamis.

Menurut Gina, program CKG menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak prasekolah, anak sekolah, kelompok dewasa hingga warga lanjut usia (lansia).

Program ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan sekaligus mendorong deteksi dini berbagai masalah kesehatan.

Berdasarkan kelompok usia, pelaksanaan CKG pada bayi berusia nol bulan telah menjangkau 3.353 orang atau 35,15 persen. Sementara itu, kelompok balita dan anak prasekolah berusia 1–6 tahun tercatat sebanyak 14.325 orang atau 28,38 persen.

Pada kelompok anak usia sekolah, pemeriksaan kesehatan terhadap siswa sekolah dasar (SD) telah menjangkau 28.197 orang atau 59,21 persen. Adapun pada siswa sekolah menengah pertama (SMP), jumlah penerima layanan mencapai 11.421 orang atau 47,48 persen.

Untuk kelompok siswa sekolah menengah atas (SMA), capaian CKG tercatat sebanyak 9.977 orang atau 39,61 persen.

Sementara itu, kelompok dewasa berusia 18–59 tahun menjadi kelompok dengan jumlah penerima layanan terbesar, yakni mencapai 157.904 orang atau 57,63 persen. Adapun pemeriksaan kesehatan bagi lansia berusia 60 tahun ke atas telah menjangkau 17.716 orang atau 44,18 persen.

Gina menjelaskan, Dinas Kesehatan Pasaman Barat terus mengintensifkan berbagai langkah untuk memperluas jangkauan program tersebut dan mencapai target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan monitoring dan evaluasi setiap pekan terhadap pelaksanaan CKG di fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi perangkat daerah (OPD), serta lingkungan masyarakat.

Selain itu, promosi kesehatan juga ditingkatkan melalui media sosial Dinas Kesehatan dan puskesmas. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi, edukasi, serta penyampaian imbauan kepada masyarakat agar memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Dinas Kesehatan Pasaman Barat juga berupaya menjangkau masyarakat di wilayah terisolasi yang menghadapi kendala geografis dan keterbatasan akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kita juga melakukan CKG kalau ada kegiatan kelompok masyarakat,” ujar Gina.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berharap cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat terus meningkat sehingga lebih banyak warga dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini dan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.