- Aliansi Media Pers Nusantara (ASANTARA) resmi memperoleh legalitas badan hukum dari Kementerian Hukum RI sebagai wadah bersama bagi jurnalis dan pemilik media untuk meningkatkan profesionalisme serta integritas pers.
- Organisasi ini dipimpin oleh Drs. H. Marlis, MM, C.Med. dengan dukungan sejumlah tokoh nasional berpengaruh di bidang pers, hukum, dan pemerintahan, termasuk mantan Ketua Komisi Kejaksaan RI Halius Hosen serta mantan Ketua PWI Sumbar Muhammad Mufti Syarfie.
- ASANTARA yang saat ini berkedudukan di Padang menargetkan perluasan jaringan melalui pembentukan kepengurusan di seluruh Indonesia dalam kurun satu tahun, disertai rencana pemindahan kantor pusat ke Jakarta.
PADANG, NUSATIME.ID — Aliansi Media Pers Nusantara (ASANTARA) resmi memperoleh pengesahan badan hukum melalui Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0007797.AH.01.07.TAHUN 2026, tertanggal 12 Oktober 2026. Organisasi ini menjadi wadah berhimpunnya insan pers, baik pemilik media maupun jurnalis, untuk memperkuat kolaborasi, profesionalisme, dan integritas pers.
Ketua Umum ASANTARA, Drs. H. Marlis, MM, C.Med., menyampaikan rasa syukur atas terbitnya pengesahan setelah proses pengurusan legalitas yang membutuhkan kerja keras dan waktu relatif panjang.
“Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan dan proses yang cukup panjang, legalitas ASANTARA akhirnya disetujui pemerintah. Seluruh pengurus berkomitmen membesarkan ASANTARA menjadi organisasi media yang profesional dan berintegritas,” ujar Marlis.
Ia menegaskan, penguatan kelembagaan dan perluasan jaringan menjadi agenda utama organisasi. Dalam satu tahun ke depan, ASANTARA menargetkan pembentukan kepengurusan secara nasional serta berencana memindahkan kantor pusatnya ke Jakarta.
“ASANTARA menjadi rumah bersama bagi pemilik media dan jurnalis. Kami ingin memperkuat kebersamaan, mengembangkan kapasitas anggota, serta membangun jejaring pers di seluruh Indonesia,” katanya.

ASANTARA saat ini berkedudukan di Kota Padang, Sumatera Barat. Berdasarkan lampiran keputusan pengesahan, susunan pengurus terdiri atas Marlis sebagai Ketua, Darmen sebagai Wakil Ketua, Zulfadli sebagai Sekretaris, dan Mislinda Hayati sebagai Bendahara, serta Muhammad Mufti Syarfie sebagai Ketua Pengawas.
Marlis merupakan seorang entrepreneur sejati, Founder sekaligus CEO ALINIA GROUP, mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ketua Umum DPN GENTA INDONESIA, serta Pemimpin Umum ALINIANEWS.COM dan NUSATIME.ID.
Menurut Marlis, ASANTARA diperkuat sejumlah tokoh berpengalaman. Muhammad Mufti Syarfie, Ketua Dewan Pengawas, merupakan mantan Ketua PWI Sumatera Barat dan mantan Ketua KPU Sumatera Barat. Sementara Halius Hosen, Ketua Dewan Pembina, merupakan mantan Ketua Komisi Kejaksaan RI dan mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
Tokoh lainnya yang turut memperkuat ASANTARA adalah Andre Rosiade, Prof. Ganefri, Ph.D.; Irjen. Pol. (Purn.) M. Zakhlin Leter; Basril Djabar; Adtya Warman, S.H., M.H, serta Prof.DR. Yuspar, SH, M.Hum
Marlis menilai dukungan para tokoh tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kelembagaan dan memperluas kiprah organisasi. Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan ASANTARA harus diikuti tata kelola yang baik dan komitmen terhadap etika pers.
“Pengesahan ini adalah awal tanggung jawab yang lebih besar. ASANTARA harus hadir melalui kerja nyata, menjaga kepercayaan publik, serta memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat,” tegasnya.



Tinggalkan Balasan