NUSATIME.ID – Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas darat, udara, dan laut pada Selasa (20/10/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kota Padang berpeluang mengalami hujan ringan, sementara gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung.

Prakiraan tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama dalam merencanakan perjalanan dan kegiatan sehari-hari.

Warga pesisir, nelayan, serta pengguna transportasi laut juga diminta mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas.

Prakirawan BMKG, Yuyun, menyampaikan bahwa hujan ringan berpotensi terjadi di Kota Padang. Selain itu, pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah Sumatera Barat perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi keselamatan dan kelancaran penerbangan.

Masyarakat yang akan bepergian menggunakan pesawat diimbau memantau informasi terkini dari bandara maupun maskapai penerbangan untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.

Gelombang Tinggi Berisiko bagi Kapal Kecil

Ancaman cuaca di wilayah perairan juga menjadi perhatian BMKG. Gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter diprakirakan berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pelayaran, khususnya bagi kapal berukuran kecil yang lebih rentan terhadap gelombang tinggi. Nelayan dan operator transportasi laut diharapkan tidak mengabaikan perkembangan informasi cuaca maritim sebelum berangkat melaut.

Pemantauan berkala terhadap prakiraan gelombang dan kondisi perairan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan laut.

Siklon Tropis Campi Terpantau di Timur Filipina

Dalam pemantauan cuaca nasional, BMKG juga mencatat keberadaan Siklon Tropis Campi di Laut Filipina, tepatnya di sebelah timur Filipina.

Siklon tersebut memiliki tekanan pusat 935 hektopaskal dengan kecepatan angin maksimum di dekat pusat mencapai 50 meter per detik atau sekitar 100 knot.

Sistem ini berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap wilayah Indonesia, termasuk berupa gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan. Wilayah yang perlu mencermati kondisi tersebut antara lain perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara Papua, serta Samudra Pasifik utara Papua.

Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau di Laut Andaman, perairan utara Kalimantan Barat, dan Laut Cina Selatan. Kondisi atmosfer tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.

Prakiraan Cuaca di Sejumlah Daerah

Di Pulau Sumatera, hujan ringan berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, dan Bengkulu. Sementara itu, Tanjungpinang, Jambi, Palembang, dan Pangkalpinang diprakirakan mengalami udara kabur. Bandar Lampung berpotensi mengalami kondisi asap atau kabut.

Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, cuaca cerah berawan hingga berawan tebal berpotensi terjadi di Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Adapun Yogyakarta, Mataram, dan Kupang diprakirakan mengalami udara kabur.

Di Kalimantan, hujan ringan berpeluang mengguyur Pontianak, Tanjung Selor, dan Samarinda. Sementara itu, Palangkaraya dan Banjarmasin berpotensi mengalami kondisi asap atau kabut.

Di Sulawesi, hujan ringan diprakirakan terjadi di Mamuju. Adapun Palu, Gorontalo, Manado, Makassar, dan Kendari berpotensi mengalami udara kabur.

Sementara itu, di kawasan Maluku dan Papua, hujan ringan berpeluang terjadi di Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya. Ternate diprakirakan berawan, sedangkan Ambon, Sorong, Manokwari, dan Merauke berpotensi mengalami udara kabur.

Waspadai Banjir Rob, Kekeringan, dan Karhutla

BMKG turut mengingatkan potensi banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, dan pesisir Kalimantan Tengah akibat kondisi pasang air laut.

Di sisi lain, meskipun cuaca kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap berpeluang terjadi secara lokal. Risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan juga perlu diantisipasi.

Masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca, berhati-hati saat melakukan perjalanan, serta mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.