PADANG, NUSATIME.ID — Cuaca buruk dan ancaman gelombang tinggi kembali melumpuhkan jalur transportasi laut yang menghubungkan Kota Padang dengan Kepulauan Mentawai. Kapal cepat MV Mentawai Fast dipastikan batal berlayar menuju Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada Selasa (22/9/2026). Langkah penundaan ini diambil demi keselamatan awak dan penumpang menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari otoritas terkait.

Informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim menunjukkan adanya potensi gelombang tinggi mencapai hingga 2,9 meter di perairan Samudra Hindia, khususnya di bagian barat Kepulauan Mentawai. Tinggi gelombang tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pelayaran kapal berkecepatan tinggi.

Owner Mentawai Fast, Felix, mengungkapkan bahwa keselamatan pelayaran menjadi alasan utama di balik penghentian sementara operasional armada mereka. Kondisi cuaca yang tidak menentu di perairan terbuka Samudra Hindia membuat opsi pemberangkatan terlalu berisiko untuk ditempuh.

“Sampai hari ini, sudah 13 kali kami terpaksa membatalkan keberangkatan untuk rute Padang–Tuapejat akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan,” ujar Felix saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).

Felix menambahkan, layanan penyeberangan akan segera dinormalkan kembali begitu kondisi perairan dinyatakan aman oleh pihak berwenang. “Jika kondisi cuaca dan tinggi gelombang sudah kembali kondusif, Mentawai Fast akan langsung beroperasi secara normal melayani masyarakat,” tambahnya.

Kapal cepat Mentawai Fast merupakan salah satu urat nadi transportasi utama yang menghubungkan daratan Sumatra dengan Kepulauan Mentawai. Layanan ini tidak beroperasi setiap hari ke Tuapejat, melainkan memiliki jadwal rutin tertentu dalam sepekan. Meski demikian, jadwal operasional kapal bersifat fleksibel dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika cuaca di laut lepas serta pertimbangan teknis operasional.

Masyarakat dan calon penumpang yang hendak bepergian menuju Kepulauan Mentawai diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG serta pengumuman resmi mengenai jadwal keberangkatan kapal dari pihak pengelola. (**)