PADANG, NUSATIME.ID — Sebuah kapal bagan penangkap ikan berukuran sedang asal Dermaga Bungus, Kota Padang, dilaporkan mengalami musibah dan tenggelam di perairan terbuka antara Kota Padang dan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Senin (19/10/2026).

Hingga Selasa siang, kondisi pasti mengenai jumlah awak kapal (ABK) serta penyebab kecelakaan laut tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendataan oleh otoritas keselamatan pelayaran setempat.

Informasi awal mengenai musibah ini mengemuka setelah kontak dengan kapal penangkap ikan tersebut terputus saat melintasi jalur pelayaran menuju perairan Mentawai. Kawasan perairan tersebut dikenal memiliki dinamika gelombang yang cukup tinggi serta perubahan cuaca yang acapkali mendadak di Samudra Hindia.

Personel gabungan dari Basarnas Kota Padang, Polairud Polda Sumbar, dan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) langsung berkoordinasi untuk memetakan titik koordinat terakhir (last known position) sebelum hilang kontak, guna menyusun rencana operasi Search and Rescue (SAR).

“Fokus utama saat ini adalah pengerahan tim penyisiran ke koordinat terdampak. Pendataan identitas ABK dan pemilik kapal bagan sedang diverifikasi secara langsung di Pelabuhan Bungus bersama komunitas nelayan setempat guna memastikan keakuratan data manifest,”ujar perwakilan pihak berwenang dalam keterangan resminya.

Pelayaran jalur Padang–Mentawai memerlukan kewaspadaan ekstra, mengingat bagan motor nelayan tradisional sangat rentan terhadap gelombang laut lepas dan cuaca ekstrem. Stasiun Meteorologi Maritim sebelumnya mengimbau para pengguna jasa kelautan dan nelayan lokal untuk mewaspadai potensi peningkatan tinggi gelombang dan angin kencang di sekitar perairan barat Sumatera Barat.

Hingga berita ini diturunkan, jurnalis kami masih terus mengumpulkan pembaruan data faktual dari posko SAR gabungan dan menelusuri kabar terkini mengenai keberadaan para ABK.

Pihak keluarga nelayan di kawasan Bungus kini tengah menunggu kepastian informasi resmi di posko pemantauan.

Laporan ini akan terus diperbarui secara berkala (updated) seiring masuknya verifikasi resmi dari tim SAR gabungan di lapangan. (**)