Padang-Pemerintah menargetkan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi rampung dan mulai beroperasi pada 2031. Namun, dengan selesainya persoalan lahan, proyek bernilai puluhan triliun rupiah itu berpeluang dipercepat, menjadi 2029, jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal.
“Pengoperasian ruas ini dimungkinkan pada 2031. Namun terdapat peluang percepatan menjadi 2029 sepanjang dukungan teknis, pendanaan, dan koordinasi lintas sektor berjalan optimal sejak tahap awal,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum, Rachman Arief Dienaputra.
Ruas Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi merupakan bagian penting dari jaringan Tol Padang–Pekanbaru yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Total kebutuhan investasi untuk membangun ruas ini diperkirakan mencapai Rp 25,23 triliun. Pembangunannya akan dilaksanakan oleh PT Hutama Karya melalui skema penugasan pemerintah.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan proyek tersebut. Menurut dia, tol Sicincin–Bukittinggi sangat dibutuhkan untuk memperkuat konektivitas antardaerah di Sumatera Barat.
“Keberadaan jalan tol ini menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan, ruas tol tersebut juga diharapkan menjadi alternatif jalur nasional Padang–Bukittinggi yang selama ini rawan terdampak banjir dan longsor. Gangguan di jalur utama kerap menyebabkan kemacetan panjang dan menghambat distribusi logistik. (**)



Tinggalkan Balasan