Rangkuman Utama
  • DPD KNPI Kota Padang menggelar Rapimpurda yang dihadiri 29 unsur OKP dan DPK guna menyelaraskan mekanisme teknis serta mematangkan konsolidasi menjelang Musda pada 24 Oktober 2026.
  • Ketua DPD KNPI Kota Padang, Muhammad Rayhan, mengimbau seluruh elemen pemuda menjaga kondusivitas organisasi dan mentransformasikan perbedaan pandangan ke dalam program nyata berbasis potensi daerah.
  • Pemerintah Kota Padang meminta KNPI berperan aktif sebagai mitra strategis yang mampu mengeksekusi program unggulan daerah demi mendukung pembangunan kota secara terpadu.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME.ID— Konsolidasi organisasi kepemudaan di Kota Padang memasuki fase krusial menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Padang yang dijadwalkan pada 24 Oktober 2026 mendatang. Lewat Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) di Hotel Padang, Minggu (18/10/2026), dinamika internal hingga pemetaan program strategis kepemudaan mulai ditajamkan.

Dari total 51 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan 11 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) yang terdaftar di bawah naungan DPD KNPI Kota Padang, sebanyak 29 OKP dan DPK hadir menentukan arah musyawarah. Forum ini tidak hanya menjadi penentu mekanisme teknis Musda, tetapi juga ajang penyelarasan gagasan di tengah beragamnya latar belakang dan sudut pandang kelompok pemuda.

Ketua DPD KNPI Kota Padang, Muhammad Rayhan, menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas serta kemandirian gerakan pemuda di tengah perbedaan garis perjuangan antar-OKP. Menurutnya, potensi gesekan ideologis maupun politik jelang Musda harus ditransformasikan menjadi sinergi program konkret yang berdampak langsung ke masyarakat.

“Perbedaan pandangan di tubuh KNPI adalah keniscayaan yang harus disikapi secara dewasa. Fokus utama kita bukan pada sekat organisasi, melainkan bagaimana pemuda mengambil peran nyata, salah satunya mendorong potensi lokal seperti gastronomi dan ekonomi kreatif Kota Padang agar berdaya saing,” kata Rayhan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Padang menuntut keterlibatan aktif KNPI sebagai mitra kritis sekaligus strategis dalam mengawal pembangunan daerah. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang, Eka Putra Buhari, menyebutkan bahwa KNPI tidak boleh terjebak pada agenda rutin harian, melainkan harus mampu menerjemahkan isu-isu strategis kota ke dalam aksi nyata.

Eka menyoroti sejumlah program unggulan daerah, seperti Padang Balomba, Jelajah Padang, Smart Surau, hingga Padang Juara yang membutuhkan penetrasi gagasan dan eksekusi lapangan dari generasi muda.

“Rapimpurda ini momentum menyatukan persepsi. Kita menantikan lahirnya kepemimpinan dan substansi gagasan baru yang solid dari Musda mendatang, sehingga pemuda tidak berjalan sendiri-sendiri melainkan satujuan dalam mengawal pembangunan Kota Padang,” tegas Eka.

Dengan tuntasnya Rapimpurda ini, panggung Musda KNPI Kota Padang pada 24 Oktober mendatang dipastikan bakal menjadi ajang adu gagasan antar-elemen pemuda untuk menentukan arah kepemimpinan KNPI periode berikutnya. (**)