- Korcam SPPI Jambi Luar Kota menegaskan bahwa rekrutmen relawan SPPG Simpang Sungai Duren merupakan hak prerogatif pihak Yayasan/Mitra tanpa adanya intervensi.
- Pihak Mitra menyampaikan bahwa Kepala SPPG telah mereview kandidat dan menerima 47 relawan, di mana 35 orang atau sekitar 74,5 persen di antaranya merupakan warga lokal.
- Tingkat kehadiran Kepala SPPG Ricco Fardiansyah dalam persiapan operasional kini menjadi sorotan, sementara Korcam menegaskan bahwa operasional SPPG sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kepala SPPG.
JAMBI — NusaTime.id | Tim Investigasi NusaTime.id terus menelusuri persoalan dalam persiapan operasional SPPG Simpang Sungai Duren, Jambi Luar Kota #004, terutama menyangkut rekrutmen relawan serta dugaan minimnya kehadiran Ricco Fardiansyah selaku Kepala SPPG.
Dua persoalan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kesiapan sumber daya manusia, koordinasi para pihak, serta percepatan SPPG menuju tahap operasional atau running.
Fajar, Korcam SPPI Jambi Luar Kota, telah memberikan penjelasan kepada NusaTime.id setelah Redaksi mengirimkan permohonan konfirmasi.
Korcam Tegaskan Rekrutmen Relawan Hak Yayasan/Mitra
Terkait kewenangan dalam proses rekrutmen relawan, Fajar menegaskan bahwa pihak Korcam tidak melakukan intervensi dalam menentukan siapa yang akan direkrut.

“Rekrutmen relawan SPPG ini hak prerogatif Yayasan/Mitra. Kita sebagai Korcam tidak ada intervensi, hanya menyarankan komunikasi sama pihak terkait seperti Kepala Desa dan RT setempat,” kata Fajar.
Pernyataan tersebut memperjelas posisi Korcam bahwa proses rekrutmen relawan berada pada pihak Yayasan/Mitra, sementara Korcam sebatas menyarankan agar proses tersebut dikomunikasikan dengan unsur pemerintahan dan lingkungan masyarakat setempat.
Mitra: Ka SPPG Sudah Review, 35 dari 47 Relawan Warga Setempat
Keterangan Fajar tersebut kemudian dilengkapi penjelasan Arafah selaku pihak Mitra/Yayasan SPPG Simpang Sungai Duren Jambi Luar Kota #004.
Arafah menjelaskan kepada NusaTime.id bahwa proses rekrutmen relawan tidak dilakukan sepihak tanpa melibatkan Kepala SPPG.
Menurut Arafah, Ricco Fardiansyah selaku Kepala SPPG telah melakukan review terhadap calon relawan yang dipersiapkan untuk mendukung operasional SPPG tersebut.
Dari proses tersebut, sebanyak 47 orang relawan diterima dan 35 orang di antaranya disebut berasal dari warga setempat atau sekitar 74,5 persen.
Keterangan ini menjadi penting. Sebab, berdasarkan versi Mitra/Yayasan, Kepala SPPG bukan hanya mengetahui proses tersebut, tetapi disebut telah melakukan review terhadap calon relawan.
Jika kemudian muncul keberatan terhadap proses maupun komposisi relawan, maka perlu diperjelas: apa sebenarnya yang dipersoalkan setelah proses review tersebut dilakukan?
Apakah terdapat perubahan nama setelah review? Apakah ada calon relawan yang sebelumnya diterima kemudian dipersoalkan? Atau terdapat perbedaan penafsiran mengenai mekanisme rekrutmen?
Persoalan tersebut perlu dibuka dengan data agar tidak berkembang menjadi klaim yang saling bertentangan.
Rekrutmen Mulai Terang, Kehadiran Ka SPPG Justru Jadi Sorotan
Di tengah mulai terangnya persoalan rekrutmen, pertanyaan lain justru mengarah kepada kehadiran Ricco Fardiansyah sebagai Kepala SPPG setelah SKEP/SK pengangkatannya diterbitkan.
NusaTime.id sebelumnya menerima informasi bahwa Ricco diduga relatif jarang berada di lokasi SPPG dalam masa persiapan menuju operasional.
Ketika persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Fajar selaku Korcam SPPI Jambi Luar Kota, ia tidak menyampaikan data frekuensi kehadiran ataupun secara eksplisit membenarkan atau membantah informasi tersebut.
Namun Fajar menegaskan, tanggung jawab Ka SPPG karena dapur dan tugas beliau di SPPG tersebut.
Pernyataan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai pembenaran atas dugaan minimnya kehadiran Ricco. Akan tetapi, Korcam menegaskan bahwa pelaksanaan tugas di SPPG merupakan tanggung jawab Kepala SPPG yang bersangkutan.
Karena itu, persoalan ini membutuhkan jawaban yang dapat diverifikasi.
Berapa kali Ricco Fardiansyah hadir di SPPG sejak SKEP/SK diterbitkan? Seberapa jauh keterlibatannya dalam persiapan menuju running? Dan bagaimana fungsi koordinasi serta pengawasan dijalankan selama proses persiapan tersebut?
Data absensi, dokumentasi kegiatan maupun laporan pelaksanaan tugas dapat menjadi alat ukur objektif untuk menjawabnya.
35 Warga Lokal Sudah Diterima, Apa Lagi yang Dipersoalkan?
Keterangan Korcam dan Mitra/Yayasan membuat persoalan rekrutmen semakin menarik untuk ditelusuri.
Korcam menyatakan rekrutmen relawan merupakan hak Yayasan/Mitra dan dirinya tidak melakukan intervensi.
Sementara Arafah menyatakan Ricco Fardiansyah telah melakukan review, dengan hasil 47 relawan diterima dan 35 di antaranya merupakan warga setempat.
Artinya, berdasarkan keterangan Mitra/Yayasan, sekitar tiga perempat komposisi relawan yang diterima berasal dari masyarakat lokal.
Jika data tersebut benar dan dapat dibuktikan, maka muncul pertanyaan mendasar: di mana sebenarnya letak persoalan rekrutmen relawan tersebut?
Pertanyaan itu penting dijawab semua pihak agar persoalan internal tidak justru menghambat percepatan operasional SPPG dan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
NusaTime.id Tunggu Jawaban Ricco Fardiansyah
Tim Investigasi NusaTime.id telah meminta konfirmasi kepada Ricco Fardiansyah selaku Kepala SPPG Simpang Sungai Duren Jambi Luar Kota #004.
Klarifikasi Ricco diperlukan terutama untuk menjelaskan dua persoalan utama: proses review dan rekrutmen relawan serta tingkat kehadirannya sebagai Kepala SPPG selama tahapan persiapan operasional.
NusaTime.id tetap memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Ricco Fardiansyah serta seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.
Penelusuran akan terus dilakukan untuk memastikan apakah hambatan menuju operasional SPPG hanya disebabkan persoalan komunikasi dan koordinasi atau terdapat persoalan lain yang membutuhkan evaluasi SPPI maupun Badan Gizi Nasional (BGN).
NusaTime.id — Tim Investigasi



Tinggalkan Balasan