PADANG, NUSATIME.ID — Langkah awal Kabau Sirah mengarungi kompetisi Championship musim ini diwarnai ujian cukup berat. Tak sekadar tampil pincang tanpa sejumlah pemain pilar, Semen Padang FC terpaksa mengawali kampanye kompetisi dari posisi start yang tak ideal: terjerat sanksi pengurangan poin sehingga harus memulai kompetisi dengan saldo -1 poin.
Sanksi administratif berupa pinalti satu poin ini dijatuhkan akibat dinamika perubahan homebase serta pendaftaran stadion yang terkendala proses renovasi. Situasi ini secara otomatis mengharuskan skuad Kabau Sirah untuk bekerja ekstra keras sejak peluit pertama dibunyikan.
Di atas kertas, memulai musim dari angka minus memberikan beban psikologis tersendiri. Bagi jajaran pelatih dan para pemain, kondisi ini menjadi ujian mentalitas dan kedewasaan bertanding. Alih-alih memulai perjuangan dari garis netral (0 poin), tim besutan pelatih kepala dituntut langsung melunasi “utang” angka agar bisa beranjak naik di papan klasemen. Tekanan untuk meraih kemenangan di laga pembuka pun menjadi berlipat ganda.
Meski demikian, manajemen dan jajaran kepelatihan berupaya mengubah tekanan tersebut menjadi pelecut motivasi. Defisit satu poin di awal musim dipandang sebagai cambuk guna melecut agresivitas serta determinasi skuad di lapangan demi segera mengamankan poin penuh pertama.
Modal membakar semangat itu dibawa saat rombongan tim bertolak menuju Kota Banda Aceh pada Jumat (11/9/2026). Semen Padang FC dijadwalkan melakoni laga sengit menantang tuan rumah Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala, Minggu (13/9/2026).

Guna menghadapi duel di Tanah Rencong, jajaran pelatih memboyong kekuatan 24 amunisi. Merujuk rilis video di akun Instagram resmi klub (@semenpadangfcid), komposisi tim mencakup 3 penjaga gawang, 7 pemain bertahan, 7 gelandang, dan 7 juru gedor.
Namun, daftar pemain yang terbang ke Kota Rencong memantik riak di kalangan suporter. Sejumlah nama mentereng yang selama ini menjadi pilar inti, seperti Esteban Vizcarra, Firman Juliansyah, Nofri Setiawan, hingga Kasim Botan secara mengejutkan menghilang dari rombongan.
Ketiadaan para pemain pilar tersebut memicu gelombang pertanyaan di jagat maya. Kolom komentar media sosial klub diserbu pendukung setia yang penasaran.
“Vizcara gak berangkat?” tulis akun @rudifebrianto20. Pertanyaan itu disambar netizen lain, @r.fauzi20, yang menimpalinya, “Masih cedera.”
Nuansa humor khas Minang juga mewarnai riuhnya komentar suporter. “Novri kama min?”(Novri ke mana, Min?) tanya akun @taufikramadhan753, yang lantas dibalas guyonan oleh @putra_ajo1902, “Ka pasar tanah abang.”
Hingga berita ini diturunkan, jajaran pelatih Semen Padang FC belum memberikan konfirmasi resmi terkait penyebab pasti absennya kuartet pilar tersebut. Kendati demikian, penentuan skuad ini disinyalir murni berdasarkan pertimbangan taktis, kebugaran fisik, serta kesiapan medis teraktual menjelang kick-off.
Meskipun harus berlaga tanpa beberapa sosok familiar plus beban minus satu poin di pundak, tekad Semen Padang FC tak goyah. Target merebut poin penuh di markas Laskar Rencong diusung demi memangkas defisit dan mengamankan modal krusial di awal musim. (sal)



Tinggalkan Balasan