PADANG, NUSATIME.ID — Warga Rimbo Kaluang, Kota Padang, kembali menyuarakan kekecewaan mendalam akibat belum dibukanya portal pembatas di kawasan Stadion H. Agus Salim.

Padahal, proses pembersihan dan pembersihan material pascabongkar bangunan stadion di area tersebut telah dinyatakan tuntas secara keseluruhan.

Hendra, salah seorang warga setempat, menegaskan bahwa tingkat kesabaran masyarakat kini berada di ambang batas. Selama proyek berlangsung, warga bersikap kooperatif dan memaklumi penutupan demi keselamatan bersama. Namun, penutupan yang berlarut-larut tanpa kepastian pascalapangan bersih kini berganti menjadi beban harian.

“Penutupan akses ini berdampak langsung pada mobilitas warga yang sehari-hari bergantung pada jalur tersebut, mulai dari aktivitas ekonomi, jalur anak sekolah, hingga lalu lintas antarwilayah,” ujar Hendra di Padang, Kamis (17/9/26).

Sebelumnya, pihak pengelola bersama pemerintah setempat memasang portal tersebut sebagai langkah pengamanan ketat selama proyek berjalan. Beberapa alasan utama kebijakan tersebut. Mengisolasi area konstruksi dari lalu lintas umum untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat debu, material runtuhan, dan pergerakan alat berat.

Membatasi akses kendaraan liar yang kerap memicu kemacetan di dalam area GOR selama proses pembongkaran. Memastikan jalur masuk hanya dilalui oleh petugas berwenang dan angkutan material proyek.

Meski memahami latar belakang penutupan awal, warga menilai tidak kunjung dibukanya portal setelah pekerjaan selesai sebagai bentuk pembiaran. Terlebih, jalur yang terhalang portal tersebut merupakan jalan umum yang menjadi hak publik.

Masyarakat Rimbo Kaluang mendesak instansi terkait untuk segera meninjau kondisi lapangan dan membuka atau membongkar portal pembatas tersebut secara permanen. Pengembalian fungsi jalan umum dianggap sebagai langkah mendesak guna memulihkan kelancaran mobilitas serta roda perekonomian warga di sekitar kawasan GOR H. Agus Salim. (**)