PADANG, NUSATIME.ID— Semen Padang FC kembali menjadi sorotan setelah nama klub berjuluk Kabau Sirah tersebut masuk dalam daftar sanksi larangan pendaftaran pemain (FIFA Registration Ban List). Menanggapi dinamika ini, manajemen Semen Padang FC secara resmi memberikan klarifikasi guna meluruskan polemik serta memastikan transparansi bagi para pendukung setia dan publik sepak bola nasional.
Manajemen menegaskan bahwa sanksi dari federasi sepak bola dunia tersebut bersumber dari sisa beban kewajiban finansial periode lalu. Saat ini, proses penyelesaiannya tengah dikoordinasikan secara intensif bersama PT Semen Padang selaku pemilik utama klub.
CEO Semen Padang FC, Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade, menyampaikan bahwa jajaran manajemen baru berkomitmen penuh menuntaskan sisa persoalan administratif dan finansial tersebut secepat mungkin. Langkah ini diambil agar tidak mengganggu stabilitas internal maupun fokus tim yang tengah mengarungi ketatnya kompetisi.
Dalam keterangannya, Ammar Tsaqif menjelaskan bahwa sejak proses serah terima manajerial dari pengelola sebelumnya dilakukan, prioritas utama manajemen baru meliputi pembangunan kedalaman skuad, pembenahan fasilitas pendukung, serta pematangan persiapan teknis tim secara maksimal.
Namun, di tengah masa transisi tersebut, manajemen baru mendapati adanya tunggakan finansial dari periode sebelumnya dengan nilai mencapai Rp9 miliar—angka yang mencakup kewajiban dari masa kepengurusan terdahulu.

Langkah cepat dan terukur langsung diambil oleh jajaran pimpinan baru. Demi menjaga kelangsungan operasional tim, profesionalisme klub, serta nama baik Semen Padang FC di kancah nasional dan internasional, manajemen berupaya mencari dana talangan guna menutupi serta mengangsur kewajiban lama tersebut.
“Kami di manajemen baru berkomitmen penuh menyelesaikan sisa kewajiban ini secara tuntas. Fokus utama kami adalah memastikan operasional tim tetap berjalan lancar dan nama baik klub terjaga, sehingga para pemain dan tim pelatih bisa berkonsentrasi penuh meraih hasil terbaik di lapangan,” ujar Ammar Tsaqif.
Kembalinya sanksi embargo transfer dari FIFA ini dipahami manajemen sebagai bagian dari prosedur otomatis federasi hingga seluruh berkas dan realisasi pembayaran tuntas secara administratif (cleared).
Saat ini, manajemen Semen Padang FC terus menjalin komunikasi intensif dengan PT Semen Padang untuk merampungkan skema penyelesaian akhir. Manajemen optimistis, melalui sinergi yang kuat dan komitmen bersama, status pendaftaran pemain Semen Padang FC di FIFA dapat segera dipulihkan (unbanned) dalam waktu dekat. (**)



Tinggalkan Balasan