- Dua siswi MTsN 3 Kota Padang, Rindu Asmara dan Filzah Fakhira Nalfi, berhasil meraih medali perak pada ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) Tingkat Nasional 2026 di Yogyakarta.
- Riset yang diusung menelaah dampak media sosial terhadap pergeseran norma seksualitas remaja serta menawarkan solusi proteksi moral berbasis perspektif Surah An-Nur ayat 30–31.
- Pihak MTsN 3 Kota Padang mengapresiasi capaian tersebut dan berkomitmen untuk terus memperkuat iklim akademik melalui pengembangan program madrasah riset.
PADANG, NUSATIME.ID — Fenomena pergeseran norma kesusilaan di kalangan remaja akibat paparan konten media sosial mendorong dua peneliti muda asal Padang menelaah persoalan tersebut dari sudut pandang religius. Gagasan ilmiah berbasis analisis nilai Al-Qur’an tersebut berhasil mengantarkan tim riset MTsN 3 Kota Padang meraih medali perak pada ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) Tingkat Nasional 2026 di Yogyakarta, Senin (19/10/2026).
Prestasi nasional tersebut diraih oleh dua siswi kelas IX.1, Rindu Asmara dan Filzah Fakhira Nalfi. Melalui penelitian bertajuk “Sex Before Marriage: Dampak Media Sosial terhadap Perubahan Norma Seksualitas di Kalangan Remaja dalam Perspektif Q.S. An-Nur Ayat 30–31”, keduanya membedah penetrasi platform digital dalam mengubah persepsi serta perilaku pergaulan generasi muda.
Dalam risetnya, Rindu dan Filzah menyoroti bagaimana algoritma dan tren media sosial berpotensi mengikis batasan etis dalam pergaulan lawan jenis. Sebagai solusinya, studi ini menawarkan kerangka proteksi moral melalui penafsiran kontekstual Surah An-Nur ayat 30–31 yang menekankan kewajiban menjaga pandangan (ghaddul bashar) serta memelihara kehormatan diri.
Relevansi isu yang diangkat serta kedalaman analisis dalam menyandingkan realitas sosiologis remaja modern dengan doktrin keagamaan menjadi pertimbangan utama dewan juri hingga menetapkan karya ini sebagai salah satu yang terbaik di tingkat nasional.
Kepala MTsN 3 Kota Padang, Nurhidayati, S.T., menilai keberhasilan anak didiknya membuktikan bahwa pelajar madrasah mampu berpikir kritis dan responsif terhadap dinamika sosial yang terjadi di sekitarnya.

“Kami mengucapkan selamat kepada Rindu Asmara dan Filzah Fakhira Nalfi. Semoga keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi keduanya untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan karya penelitian yang bermanfaat,” ujar Nurhidayati di Yogyakarta, Senin (19/10/2026).
Nurhidayati menegaskan, capaian ini menjadi pijakan penting bagi sekolah untuk terus memperkuat iklim akademik melalui program Madrasah Riset.
“Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi siswa lainnya untuk berani mencoba dan mengembangkan potensi. Madrasah akan terus mendukung pengembangan budaya riset agar semakin banyak siswa yang berprestasi dan membawa nama baik MTsN 3 Kota Padang, sejalan dengan semangat Padang Juara,” tuturnya.
Keberhasilan ini menepis stereotip bahwa riset pelajar madrasah hanya berkutat pada tataran teoritis. Karya ini memperlihatkan kontribusi nyata pelajar dalam memetakan akar persoalan sosial sekaligus menyodorkan pendekatan edukatif berbasis moralitas agama di tengah arus digitalisasi. (**)



Tinggalkan Balasan