YOGYAKARTA, NUSATIME. ID — Minimnya pemahaman literasi keuangan haji di kalangan remaja mendorong Aisyahana Mazea Idris (14), siswi kelas VIII MTsN 6 Padang, merancang platform digital bertajuk Madrasah Smart Hajj. Inovasi yang memadukan edukasi keuangan dengan perencanaan ibadah sejak usia sekolah tersebut berhasil mengantarkan Aisyahana memboyong Medali Emas sekaligus penghargaan Best Campaign pada ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 di Yogyakarta, Minggu (19/10/2026).

Gagasan Madrasah Smart Hajj dirancang untuk menjawab tantangan panjangnya antrean porsi haji di Indonesia dengan cara membangun kesadaran finansial berbasis perencanaan jangka panjang sejak jenjang sekolah menengah. Melalui pendekatan digital yang interaktif, platform ini mengajak siswa menyisihkan uang saku secara terencana sekaligus memberikan pemahaman mengenai siklus pengelolaan keuangan syariah.

Pada babak final perhelatan sains dan inovasi tingkat nasional yang berlangsung 17–19 Oktober 2026 tersebut, karya Aisyahana dinilai menonjol karena tidak hanya unggul dari segi metodologi dan konsep teknis, tetapi juga memiliki strategi kampanye publik (Best Campaign) yang dinilai aplikatif dan mudah diterima oleh segmen generasi muda.

Kepala MTsN 6 Padang, H. Yakub, mengonfirmasi pencapaian tersebut pada Rabu (21/10/2026). Ia menilai, keberhasilan gagasan ini membuktikan bahwa siswa madrasah mampu melahirkan gagasan kritis yang menyentuh persoalan riil masyarakat.

“Capaian ini menjadi gambaran bahwa riset siswa tidak berhenti pada ranah teoritis, melainkan mampu menawarkan solusi nyata bagi penguatan literasi keuangan generasi muda,” ujar Yakub.

Ajang KREASI 2026 sendiri merupakan wadah kompetisi tahunan yang mempertemukan ratusan karya riset dan inovasi siswa dari seluruh Indonesia. Keberhasilan karya ini diharapkan dapat diimplementasikan lebih luas sebagai model edukasi perencanaan keuangan haji berbasis madrasah. (**)