PADANG, NUSATIME.ID — Suasana haru tak terbendung menyelimuti kawasan Dermaga Bungus, Kota Padang. Isak tangis keluarga pecah saat menyambut kepulangan anak buah kapal (ABK) KM Dilla Deviky 03 yang berhasil selamat dari musibah tenggelamnya kapal bagan penangkap ikan di perairan Samudra Hindia, Senin (19/10/2026).

Pelukan hangat dan tangis syukur mewarnai momen pertemuan tersebut. Bagi para keluarga, kepulangan anggota keluarga mereka dalam keadaan selamat merupakan keajaiban di tengah masa-masa mencekam sejak kabar kecelakaan laut itu pertama kali berembus.

Berdasarkan data dan informasi awal yang dihimpun di lapangan, kapal bagan tersebut diduga kuat mengalami kebocoran pada lambung kapal sebelum akhirnya karam di perairan antara Kota Padang dan Kepulauan Mentawai. Meski demikian, kepastian penyebab teknis kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan dan konfirmasi resmi dari otoritas keselamatan pelayaran serta pihak berwenang.

Sebelumnya, peristiwa naas ini sempat menyita perhatian publik usai kapal bagan asal Bungus tersebut dilaporkan hilang kontak dan tenggelam pada Senin lalu. Laporan Nusatime.id pada Selasa (20/10/2026) mencatat bahwa tim gabungan dari Basarnas, Satpolairud, dan relawan nelayan setempat bergerak cepat melakukan koordinasi pencarian serta verifikasi jumlah pasti awak kapal di lokasi kejadian.

Tragedi ini kembali mempertegas tingginya risiko keselamatan yang membayangi para nelayan dan ABK dalam mengadu nasib di lautan lepas. Di luar aspek teknis kelautan dan cuaca ekstrem, kepulangan para survivor ini menyisakan trauma mendalam sekaligus rasa syukur yang membuncah bagi keluarga yang ditinggalkan. (**)