- Intensitas hujan tinggi di Sumatera Barat pada Jumat (23/10/2026) memicu banjir akibat luapan sungai di Kabupaten Pasaman Barat dan Padang Pariaman.
- Banjir luapan Sungai Batang Tinggam di Pasaman Barat merendam sekitar 40 rumah warga dan memutus total jembatan antarjorong, sementara luapan Sungai Batang Gasan melanda permukiman di Padang Pariaman.
- BPBD bersama relawan di kedua kabupaten telah disiagakan untuk memantau situasi, melakukan pendataan dampak kerusakan, dan menginventarisasi kebutuhan mendesak para korban terdampak.
PADANG, NUSATIME.ID — Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Sumatera Barat pada Jumat (23/10/2026) memicu luapan sungai di dua kabupaten, yakni Pasaman Barat dan Padang Pariaman. Peristiwa ini merendam puluhan pemukiman warga serta memutus akses transportasi antarjorong.
Di Kabupaten Pasaman Barat, banjir menerjang Jorong Harapan Tinggam, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau. Tercatat sekitar 40 rumah warga terendam luapan air akibat meluapnya Sungai Batang Tinggam. Selain membanjiri permukiman, derasnya arus sungai juga menyebabkan jembatan penghubung antarjorong putus total.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pasaman Barat, Afrizal, menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB menjadi pemicu utama meluapnya air sungai.
“Berdasarkan informasi dari kepala jorong, hujan mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 16.00 WIB. Tidak lama setelahnya, air Sungai Batang Tinggam meluap dan menerjang permukiman warga,” ujar Afrizal saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).
Sementara itu, bencana serupa juga melanda wilayah Kabupaten Padang Pariaman pada Jumat malam. Luapan Sungai Batang Gasan merendam kawasan Korong Sigurung Kampuang Paneh, Nagari Guguak Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan genangan banjir mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 20.00 WIB.
“Saat ini laporan resmi yang masuk ke kami baru dari Nagari Guguak. Kawasan lain masih dalam pemantauan dan pendataan tim di lapangan,” ungkap Emri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD setempat bersama relawan penanggulangan bencana masih melakukan pendataan dampak kerusakan, evaluasi kebutuhan mendesak warga terdampak, serta menyiagakan personel di lokasi rawan susulan. (**)



Tinggalkan Balasan