- Pemerintah Kota Solok secara resmi mengajukan permohonan penundaan pembukaan Porprov Sumbar 2026 dan KEN Rang Solok Baralek Gadang kepada Gubernur Sumatera Barat sebagai wujud empati atas musibah galodo di Kabupaten Solok.
- Langkah penundaan merupakan aspirasi masyarakat dan 14 nagari partisipan yang bersepakat mundur dari kepanitiaan jika perhelatan tetap dipaksakan berjalan di tengah masa tanggap darurat bencana.
- Pemko Solok menawarkan opsi penjadwalan ulang pada akhir Oktober atau awal November 2026, atau mengusulkan pemindahan lokasi seremoni ke daerah lain jika pembukaan harus tetap digelar pada 1 Oktober 2026.
SOLOK, NUSATIME.ID— Pemerintah Kota Solok secara resmi mengajukan permohonan penundaan pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 yang sedianya digelar bersamaan dengan Kharisma Event Nusantara (KEN) Rang Solok Baralek Gadang (RSBG). Langkah ini diambil sebagai bentuk empati mendalam atas musibah bencana alam galodo (banjir bandang) yang menerjang kawasan tetangga, Kabupaten Solok, pada 21 September 2026 lalu.
Permohonan penundaan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor B/000/48/DISPORA-2026 tertanggal 26 September 2026 yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, dan ditujukan kepada Gubernur Sumatera Barat. Sesuai rencana awal, perhelatan akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 14 Oktober 2026 di Kota Solok.
Kendati persiapan teknis dari Pemko Solok, masyarakat, hingga 14 nagari partisipan telah mencapai tahap final, meliputi kesiapan sarana atlet, pengisi acara, UMKM, hingga kemitraan sponsor, musibah galodo tersebut melumpuhkan sebagian pelayanan pemerintahan dan menyisakan duka mendalam. Saat ini, kawasan terdampak juga tengah menetapkan status masa tanggap darurat selama dua pekan.
Wali Kota Solok menegaskan bahwa permohonan ini merupakan aspirasi bersama dari masyarakat dan perwakilan 14 nagari. Bahkan, pihak nagari secara tegas menyatakan sikap akan mengundurkan diri dari kepanitiaan dan pengisi acara jika agenda besar ini tetap dipaksakan berjalan di tengah suasana duka.
Sebagai opsi tindak lanjut, Pemko Solok mengusulkan agar seremoni pembukaan Porprov dan perhelatan RSBG dijadwalkan ulang pada minggu keempat Oktober atau minggu pertama November 2026. Pemko memastikan Kota Solok tetap berkomitmen dan siap sepenuhnya menjadi tuan rumah pada jadwal penyesuaian tersebut.

Namun, apabila Gubernur bersama KONI Sumatera Barat memutuskan seremoni pembukaan tetap harus berjalan sesuai agenda semula (1 Oktober 2026), Pemko Solok memohon agar lokasi pembukaan dipindahkan ke daerah lain. Pemko juga mengizinkan seluruh properti dan panggung yang telah disiapkan di Kota Solok untuk dimanfaatkan oleh panitia pusat.
Surat permohonan penundaan ini telah diteruskan kepada DPRD Kota Solok, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, serta jajaran pengurus KONI Provinsi Sumatera Barat dan Kota Solok untuk ditindaklanjuti. (**)



Tinggalkan Balasan