SOLOK, NUSATIME.ID – Pesta budaya tahunan bergengsi Kota Solok, Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026, resmi mengalami perubahan jadwal pelaksanaan.
Keputusan penundaan perhelatan yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) tersebut diambil oleh Pemerintah Kota Solok sebagai bentuk rasa keprihatinan dan empati mendalam atas musibah bencana alam banjir bandang (galodo) yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok.
Mengingat kedekatan geografis dan historis, masa tanggap darurat yang tengah dihadapi warga Arosuka dan sekitarnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah serta masyarakat Kota Solok.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok sekaligus Ketua Seksi Humas RSBG, Nurzal Gustim, menegaskan bahwa penyesuaian agenda ini didasari atas ikatan emosional karena Kota Solok dan Kabupaten Solok merupakan satu kesatuan tak terpisahkan sebagai Entitas Solok.
“Masyarakat Kota Solok juga merasakan duka dan memberikan empati terhadap musibah yang terjadi di Arosuka,” katanya.

Sebagai langkah administratif, Pemko Solok sebelumnya telah melayangkan surat resmi kepada Gubernur Sumatera Barat bernomor B/000/48/DISPORA-2026 yang mengatur penyesuaian Pembukaan Porprov dan Penyelenggaraan RSBG.
Langkah penundaan ini diambil guna mengutamakan kepedulian sosial, sehingga seluruh konsentrasi penanganan dampak galodo, evakuasi warga, hingga distribusi logistik bantuan dapat berlangsung maksimal tanpa terpecah oleh euforia keramaian pesta rakyat.
Dalam draf usulan awal, seremoni pembukaan RSBG 2026 sempat direncanakan untuk diundur ke kurun waktu pekan keempat Oktober atau pekan pertama November 2026.
Adapun perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI dipastikan tetap berlangsung sesuai agenda awal, yakni 2 hingga 14 Oktober 2026. Kendati demikian, khusus rangkaian seremoni pembukaannya dialihkan lokasinya ke Kantor Gubernur Sumatera Barat.
Sementara itu, untuk gelaran RSBG 2026 yang semula dijadwalkan meluncur pada 3 Oktober, berdasarkan kesepakatan bersama antara Wali Kota Solok, Ketua KAN, Ketua LKAAM, serta Ketua Bundo Kanduang, resmi digeser menjadi tanggal 10 hingga 13 Oktober 2026.
“Kita tetap menjadi tuan rumah untuk lima cabang olahraga, yakni taekwondo, hapkido, aerosport, angkat berat dan angkat besi. Pelaksanaannya tetap berjalan sesuai rencana, hanya pembukaan PorProv yang dipindahkan,” katanya.
Perubahan tidak hanya menyasar pada aspek linimasa, namun juga merambah pada kemasan event. Tema RSBG 2026 yang awal mulanya mengusung tagline “Sawah Dijago, Budaya Dipusako” serta melibatkan Festival 13 dari 13 nagari, kini direvisi dengan mengusung spirit kebersamaan dan kepedulian sosial bagi para korban bencana di Arosuka.
Melalui penyesuaian ini, RSBG tahun 2026 diharapkan bertransformasi menjadi sarana perajut tali silaturahmi, penguat spirit kebangsaan, serta bukti nyata bahwa warga Arosuka tidak sendirian dalam melewati cobaan bencana.
“Mari kita jadikan RSBG sebagai ruang untuk saling menguatkan, merawat persaudaraan dan menunjukkan bahwa dunsanak kita di Arosuka tidak akan pernah berjalan sendiri menghadapi musibah,” ujarnya.
Panitia pelaksana turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat beserta 13 nagari yang bernaung di kawasan Kubung 13—baik di area administrasi Kota maupun Kabupaten Solok—untuk menjaga soliditas, bergotong-royong dalam pemulihan pascabencana, serta bersiap menyukseskan gelaran RSBG 2026 pada tanggal yang telah ditetapkan.



Tinggalkan Balasan