- DPN GENTA INDONESIA memantapkan konsolidasi organisasi melalui Rapat Pleno I di Padang untuk menyusun program kerja awal dan memperkuat fungsi kontrol sosial terhadap anggaran publik.
- Ketua Umum DPN GENTA INDONESIA, Marlis, menegaskan komitmen pengawasan anggaran yang objektif, independen, berbasis data, dan tetap berjalan sesuai koridor hukum.
- Pasca-konsolidasi nasional, GENTA INDONESIA bersiap memperluas jaringan kelembagaan di seluruh daerah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat demi mewujudkan transparansi tata kelola pemerintahan.
NUSATIME.ID — Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Transparansi Anggaran Indonesia (DPN GENTA INDONESIA) mulai memantapkan langkah organisasi untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pengelolaan anggaran pemerintah dan publik.
Langkah tersebut akan diperkuat melalui Rapat Pleno I DPN GENTA INDONESIA, Jumat (25/9/2026), yang menjadi momentum konsolidasi sekaligus penyusunan program kerja awal organisasi.
Ketua Umum DPN GENTA INDONESIA Drs. H. Marlis, MM, C.Med. menegaskan, GENTA INDONESIA dibangun untuk menjadi organisasi masyarakat sipil yang profesional, independen, berintegritas, dan berbasis data dalam mendorong transparansi serta akuntabilitas pengelolaan anggaran.
«“Setiap rupiah uang negara dan anggaran publik harus dapat dipertanggungjawabkan. Tidak boleh ada ruang bagi pengelolaan anggaran yang tertutup dan jauh dari pengawasan masyarakat,” tegas Marlis di Padang, Kamis (24/9/2026).»
Dari Konsolidasi Menuju Gerakan Nasional

Rapat Pleno I akan dihadiri jajaran Dewan Pembina, Dewan Pengawas, dan Dewan Pengurus DPN GENTA INDONESIA.
Agenda utama meliputi penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan, penyusunan program kerja jangka pendek, konsolidasi kelembagaan, serta penetapan sejumlah langkah strategis organisasi.
Menurut Marlis, GENTA INDONESIA tidak ingin hadir sekadar menambah daftar organisasi kemasyarakatan. Organisasi ini diarahkan menjadi kekuatan sosial yang aktif mendorong keterbukaan, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan anggaran publik.
Pengawasan tersebut, lanjutnya, harus dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab, dengan bertumpu pada fakta, data, dokumen, kajian, serta ketentuan hukum, bukan asumsi maupun kepentingan kelompok.
«“GENTA INDONESIA tidak dibangun untuk mencari sensasi atau menciptakan kegaduhan. Kita ingin dihormati karena integritas, kualitas kajian, dan keberanian menyampaikan fakta secara bertanggung jawab,” ujarnya.»
Awasi Anggaran, Tetap dalam Koridor Hukum
Marlis menekankan bahwa fungsi kontrol sosial harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan.
Karena itu, GENTA INDONESIA akan mengedepankan pengawasan yang objektif, konstruktif, dan sesuai koridor hukum. Apabila dalam proses pengawasan ditemukan indikasi penyimpangan, organisasi akan melakukan kajian dan menempuh mekanisme yang tersedia sesuai kewenangan lembaga terkait.
GENTA INDONESIA juga mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk memperluas keterbukaan informasi agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana anggaran direncanakan, digunakan, dan dipertanggungjawabkan.
“Pengawasan bukan permusuhan terhadap pemerintah. Pengawasan yang sehat justru diperlukan agar pemerintahan semakin kuat, bersih, transparan, dan dipercaya masyarakat,” kata Marlis.
Bangun Jaringan di Seluruh Indonesia
Setelah konsolidasi kepengurusan nasional, GENTA INDONESIA akan memperkuat kelembagaan dan mengembangkan jaringan organisasi di berbagai daerah Indonesia.
Marlis mengajak tokoh masyarakat, akademisi, praktisi hukum, profesional, aktivis, pengusaha, mahasiswa, dan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap transparansi anggaran untuk ikut membangun gerakan sosial yang independen dan berintegritas.
«“Kita tidak mengejar kebesaran organisasi dari jumlah pengurus. Ukuran keberhasilan GENTA INDONESIA adalah seberapa besar manfaat dan kontribusinya bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.»
Rapat Pleno I DPN GENTA INDONESIA akan berlangsung mulai pukul 14.30 WIB di Kantor DPN GENTA INDONESIA, Jalan Bypass Km. 6, Lubuk Begalung, Padang.
Dari forum perdana tersebut, GENTA INDONESIA akan mulai merumuskan prioritas program dan strategi kelembagaan sebagai pijakan pengembangan organisasi secara nasional. (*/Redaksi )



Tinggalkan Balasan