PADANG, NUSATIME.ID – Atmosfer panas dan ketegangan tinggi mewarnai laga pembuka babak perempat final Piala Soeratin Sumbar U-15 di Stadion Utama Sumbar, Minggu (6/9/2026).

Perjuangan pantang menyerah Kompak Kampung Pisang Padang U-15 akhirnya harus terhenti secara dramatis setelah dipaksa mengakui keunggulan Excellent Batusangkar dengan skor akhir 1-3.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka dan saling jual-beli serangan. Namun, barisan pertahanan Kompak kaget oleh kejutan kilat tim lawan. Excellent Batusangkar mampu unggul cepat melalui akselerasi menawan Firdaus Hamza yang memborong dua gol berturut-turut pada menit ke-2 dan ke-6.

Sengatan dua gol cepat tersebut tak membuat mental anak-anak Kompak runtuh. Memasuki pertengahan babak pertama, Kompak pelan-pelan mengambil alih kendali permainan dan terus mengurung lini belakang Batusangkar. Usaha keras itu membuah hasil pada menit ke-45 ketika aksi individu Fahri Wenni Al Bukhari sukses menjebol gawang lawan sekaligus memperkecil kedudukan menjadi 1-2 hingga turun minum.

Intensitas pertandingan kian memuncak di babak kedua. Suasana stadion kian bergemuruh seiring Kompak yang tertinggal semakin gencar melancarkan gempuran.

Gelombang serangan beruntun dialirkan dari berbagai sisi lapangan untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, asyik menyerang justru membuat lini pertahanan Kompak lengah. Melalui skema serangan balik yang sangat cepat dan mematikan pada menit ke-76, Farel Adyt Wahyuda berhasil melepaskan tembakan terukur yang mengubah skor menjadi 3-1 untuk Excellent Batusangkar.

Meski tertinggal dua gol di sisa waktu pertandingan, semangat pantang menyerah tetap ditunjukkan Kompak Kampung Pisang. Beberapa peluang emas sempat tercipta di menit-menit akhir, namun kokohnya tembok pertahanan Excellent Batusangkar membuat skor 1-3 bertahan hingga laga usai.

Hasil ini sekaligus memastikan langkah Excellent Batusangkar melaju ke babak semifinal, sementara langkah heroik Kompak harus terhenti di babak 8 besar.

Usai pertandingan, pelatih Kompak Kampung Pisang, Adek, memberikan apresiasi atas kerja keras anak asuhnya meski harus menerima kenyataan pahit tersebut.

“Anak-anak sudah berjuang maksimal di lapangan, hasil ini harus kita terima dengan lapang dada. Ini menjadi pengalaman berharga bagi para pemain untuk berkembang lebih baik lagi ke depannya,” ujar Adek.

Di sisi lain, nada kepuasan disampaikan oleh Pelatih Excellent Batusangkar, Tri Rahmat. Ia memuji komitmen dan daya juang pasukannya sepanjang pertandingan.

“Ini adalah murni perjuangan para pemain di lapangan. Mereka tampil fokus, disiplin, dan mampu memanfaatkan kesempatan dengan sangat baik,” ungkap Tri Rahmat. (sal)