- Langkah tim wakil Sumatera Barat di Liga TopSkor (LTS) Nasional U-10 dan U-12 resmi terhenti di babak delapan besar usai SSB Wira Dirga kalah 0-3 dari Young Warrior.
- Ketua LTS Sumbar, Renol Palek Fadli, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan para pemain muda yang mampu bersaing ketat dengan akademi-akademi papan atas nasional.
- Capaian hingga perempat final ini dinilai membuktikan progres positif pembinaan sepak bola usia dini di Sumbar sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk edisi mendatang.
PADANG — Perjuangan gigih tim-tim wakil Sumatera Barat di panggung Liga TopSkor (LTS) Nasional U-10 dan U-12 musim ini resmi berakhir. Meski harus terhenti di babak delapan besar, penampilan deretan talenta muda asal Ranah Minang membuktikan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di daerah telah menunjukkan progres signifikan di tingkat nasional.
Terbaru, langkah gemilang SSB Wira Dirga yang sempat tampil sangat memuaskan sejak fase grup hingga babak 16 besar harus terhenti. Bertanding di Lapangan GSport Jagorawi Arena pada Jumat (7/8/2026), SSB Wira Dirga harus mengakui keunggulan akademi tangguh Young Warrior dengan skor 0-3 dalam perebutan tiket menuju semifinal.
Kendati belum berhasil menembus partai puncak, performa pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh wakil Sumatera Barat mendapat apresiasi hangat dari pengurus daerah. Berhadapan dengan akademi-akademi papan atas berfasilitas modern dari berbagai wilayah Indonesia tidak menyurutkan mental bertanding para pemain muda Sumbar.
Ketua LTS Sumatera Barat, Renol Palek Fadli, menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan seluruh skuad yang telah membawa nama daerah di kancah nasional.
“Apresiasi kami berikan kepada semua wakil Sumbar di ajang LTS U-10 dan U-12. Meski bersaing dengan akademi sepak bola kuat, namun mereka mampu bersaing dan melangkah hingga perempat final,” ujar Renol Palek di Padang, Jumat (7/8/2026).

Capaian hingga babak 8 besar ini menegaskan bahwa regenerasi dan sistem pembinaan di Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Sumatera Barat berada di jalur yang tepat. Konsistensi melahirkan tim-tim kompetitif di level nasional menjadi modal berharga untuk penataan pembinaan yang lebih profesional ke depan.
Renol Palek pun optimistis bahwa pengalaman berharga di Jakarta kali ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi para pelatih dan pengelola SSB untuk kembali tampil lebih kuat pada edisi berikutnya.
“Capaian wakil-wakil Sumbar di ajang LTS Nasional tahun ini cukup memuaskan. Ini bukti pembinaan di Sekolah Sepak Bola di Ranah Minang sudah berjalan. Kita berharap, tahun depan, para talenta Sumbar ini bisa melangkah lebih jauh, kalau bisa juara,” tegasnya penuh harapan. (sal)



Tinggalkan Balasan