Rangkuman Utama
  • BPBD Kota Padang mengaktifkan sirine sistem peringatan dini (EWS) banjir menyusul status peringatan pada alat pemantau debit air pascahujan berintensitas sedang.
  • Peningkatan Tinggi Muka Air (TMA) signifikan terpantau di sejumlah DAS utama, meliputi Pos Pantau Batu Busuk (4,29 meter), Lubuk Minturun (3,72 meter), dan Guo (hingga 2,31 meter).
  • Warga di sepanjang bantaran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah mitigasi darurat, sementara petugas BPBD terus bersiaga memantau potensi luapan air.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME.ID— Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang membunyikan sirine sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) banjir pada Sabtu (10/10/2026). Langkah ini diambil menyusul ditetapkannya status warning pada sejumlah alat pemantau debit air sungai pascahujan berintensitas sedang yang mengguyur Kota Padang dan sekitarnya.

Berdasarkan data resmi pemantauan EWS BMKG yang diterima Pusdalops BPBD, peningkatan Tinggi Muka Air (TMA) tercatat di beberapa pos pantau Daerah Aliran Sungai (DAS) utama.

Pos Pantau Batu Busuk, tinggi air mencapai 4,29 meter (Tegangan aki 11,72 V, Suhu 32,25°C). Pos Pantau Lubuk Minturun, tinggi air mencapai 3,72 meter (Tegangan aki 13,99 V, Suhu 31,00°C). Pos Pantau Guo, tinggi air terpantau fluktuatif pada kisaran 2,23 hingga 2,31 meter (Tegangan aki 12,79 V, Suhu 33,50°C).

Merespons kondisi tersebut, BPBD Kota Padang meminta masyarakat yang berdomisili atau beraktivitas di sepanjang bantaran dan DAS, khususnya wilayah Kuranji, Guo, Lubuk Minturun, dan sekitarnya untuk segera meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan air.

Guna mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi, pihak berwenang mengimbau warga dan relawan kebencanaan untuk mengambil tiga langkah mitigasi cepat.

Memantau perkembangan cuaca ekstrem serta kondisi TMA secara berkala melalui saluran resmi. Memindahkan dokumen penting dan barang-barang berharga ke area yang lebih tinggi dan aman.

Segera melaporkan setiap potensi bahaya atau situasi darurat di wilayah masing-masing kepada posko kebencanaan atau aparat kelurahan terdekat.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi simpang siur, serta selalu mengutamakan keselamatan jiwa. Hingga berita ini diturunkan, petugas BPBD bersama unsur kebencanaan terkait masih bersiaga dan terus memantau pergerakan arus sungai guna menyampaikan pembaruan data secara berkala kepada publik. (*)