BANDA ACEH, NUSATIME.ID— Taburan nama besar di dalam skuad Semen Padang FC bukanlah jaminan untuk bisa menepuk dada. Menjelang bentrok perdana Championship menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala, Minggu (13/9/2026), label pemain bintang yang melekat pada tim asal Minang ini sejatinya rentan menjadi ilusi kosong jika tidak diimbangi dengan kerja keras serta pengorbanan di atas rumput hijau.

Keberadaan pemain-pemain bereputasi mentereng kerap kali menjadi pisau bermata dua. Kehebatan di atas kertas sering menelanjangi mentalitas tim yang mudah terlena dan merasa di atas angin sebelum laga dimulai.

Padahal, narasi bahwa nama besar mampu memenangkan pertandingan secara otomatis hanyalah mitos belaka. Pada kenyataannya, tumpukan pemain berstatus bintang tanpa rasa lapar, kolektivitas, dan perjuangan mati-matian di lapangan hanya akan berakhir menjadi pajangan tak berguna.

Tanpa mental bertarung yang mengakar, status favorit justru berpotensi menjadi bumerang yang menghancurkan impian meraih poin penuh.

Realitas tersebut disadari betul oleh pelatih kepala Semen Padang FC, Nil Maizar. Dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan di Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026), Nil secara jujur mengakui bahwa label pemain bintang di dalam timnya belum tentu bisa memenangkan pertandingan secara instan. Kualitas sejati sebuah skuad hanya diuji melalui pembuktian di lapangan, bukan dari silsilah kejayaan masa lalu.

“Memang benar label pemain bintang itu tidak menjamin kita bisa langsung menang atau membawa pulang tiga poin begitu saja,” ujar Nil Maizar.

“Tetapi di luar itu, saya melihat respon luar biasa dari anak-anak di sesi latihan. Saya sangat optimistis para pemain berada dalam kondisi siap tempur dan akan memberikan kemampuan serta hasil terbaik mereka di laga perdana nanti.”

Tuntutan untuk membuktikan diri kian mendesak mengingat langkah awal Kabau Sirah musim ini sudah dihantam badai masalah. Semen Padang FC harus mengawali kompetisi dengan beban defisit minus satu poin akibat sanksi administrasi, diperparah dengan krisis amunisi menyusul cederanya beberapa pemain pilar.

Namun, alih-alih meratap, situasi kritis ini menjadi kawah candradimuka untuk menguji kedalaman serta integritas skuad. Siapa pun pemain yang diturunkan wajib membuktikan kelayakannya mengenakan jersey Kabau Sirah tanpa ada yang boleh merasa lebih penting dari tim atau bersembunyi di balik status bintang.

Nada pantang menyerah juga ditiupkan oleh kapten tim, Syafrudin Tahar. Mewakili rekan-rekannya, bek senior ini menegaskan kesiapan mental seluruh pemain untuk merobohkan keangkeran markas Persiraja sekaligus menghapus defisit poin di awal musim.

“Kami datang ke Banda Aceh bukan untuk jalan-jalan atau sekadar main aman. Mental kami sudah siap tempur. Kami memohon doa dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Sumatera Barat baik yang ada di Ranah maupun di rantau. Kami bertekad pulang membawa hasil terbaik dan membuktikan bahwa Semen Padang FC siap bertarung di arena ini,” tegas Syafrudin Tahar mantap. (sal)