Rangkuman Utama
  • Siti Nurbaya Food, UMK binaan PT KAI Divre II Sumatera Barat, meraih penghargaan Terbaik II subkategori Perusahaan Industri Kecil dan Menengah Makanan Halal Terbaik dalam ajang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian.
  • KAI terus memperluas akses pasar UMK dengan memfasilitasi keikutsertaan mitra binaan pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, sekaligus meraih penghargaan dari Kementerian Perdagangan atas kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang ekspor.
  • Peningkatan volume penumpang kereta api di Divre II Sumbar sebesar 15,81 persen sepanjang Januari–September 2026 dinilai menjadi peluang strategis untuk memperkuat promosi produk lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

NUSATIME.ID – Produk makanan halal asal Sumatera Barat kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Siti Nurbaya Food, usaha mikro dan kecil (UMK) mitra binaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat, meraih posisi Terbaik II dalam ajang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026.

Penghargaan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia tersebut diberikan pada subkategori Perusahaan Industri Kecil dan Menengah Makanan Halal Terbaik. Capaian ini menjadi bentuk pengakuan terhadap upaya pelaku usaha daerah dalam menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan daya saing industri makanan halal.

Penyerahan penghargaan berlangsung saat kunjungan Kementerian Perindustrian ke Siti Nurbaya Food pada Kamis (15/10/2026). Momentum tersebut bertepatan dengan keikutsertaan KAI dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan salah satu mitra binaan perusahaan tersebut. Menurutnya, pencapaian itu memperlihatkan bahwa UMK daerah memiliki peluang besar untuk berkembang melalui inovasi, konsistensi menjaga mutu, dan penguatan akses pemasaran.

Reza menegaskan, pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan perlu diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memiliki kesiapan untuk memperluas pasar dan mengembangkan kapasitas bisnis.

Ia menjelaskan, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI berupaya mendorong UMK binaannya agar semakin mandiri dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

Sebagai bagian dari upaya memperluas pemasaran, KAI juga memfasilitasi enam UMK mitra binaan dari berbagai wilayah operasional untuk mengikuti TEI 2026. Dua di antaranya merupakan UMK binaan Divre II Sumbar, yakni Siti Nurbaya Food dan Nastar Mutiara.

Keikutsertaan dalam pameran perdagangan tersebut memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan kepada calon pembeli, menjalin hubungan bisnis, serta memahami kebutuhan pasar yang lebih luas.

Selain membuka peluang promosi, kegiatan itu diharapkan dapat membantu UMK mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang semakin ketat, termasuk dalam memenuhi persyaratan untuk memasuki pasar ekspor.

Dalam kesempatan yang sama, KAI turut menerima penghargaan Partner Appreciation – In Recognition of Outstanding Contribution to Export Human Resource Development dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas kemitraan dan kontribusi KAI dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang ekspor melalui Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kementerian Perdagangan.

Pengakuan tersebut menjadi dorongan bagi KAI untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kemampuan pelaku usaha. Dengan kapasitas bisnis yang lebih baik, UMK diharapkan mampu mengembangkan produk, memperluas jaringan pemasaran, dan menjangkau konsumen di pasar yang lebih besar.

Di Sumatera Barat, peluang pengembangan usaha lokal juga didukung oleh meningkatnya mobilitas masyarakat yang menggunakan layanan kereta api.

KAI Divre II Sumbar mencatat telah melayani 1.731.760 pelanggan selama Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 15,81 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika total pelanggan tercatat sebanyak 1.495.310 orang.

Peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan berkembangnya mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang promosi bagi produk lokal agar semakin dikenal oleh konsumen dari berbagai wilayah.

Reza berharap keberhasilan Siti Nurbaya Food dapat memotivasi UMK binaan lainnya untuk terus berinovasi, menjaga kualitas, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha.

KAI Divre II Sumbar, lanjutnya, akan terus mendorong pembinaan melalui program TJSL dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan agar pelaku UMK semakin mandiri dan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan bisnisnya.

Melalui langkah tersebut, KAI berharap penguatan UMK dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Sumatera Barat di tingkat nasional maupun internasional.