TANAH DATAR, NUSATIME.ID — Gunung Marapi yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, kembali mengalami erupsi pada Jumat (30/10/2026) pukul 21.48 WIB. Berdasarkan laporan dari Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, tinggi kolom abu pada letusan kali ini tidak teramati secara visual. 

Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 2,3 mm dan durasi gempa kurang lebih 30 detik. 

Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting demi keselamatan masyarakat serta pengunjung.

Masyarakat di sekitar Gunung Marapi, pendaki, pengunjung, maupun wisatawan dilarang keras memasuki serta melakukan aktivitas apa pun di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.  Warga yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman bahaya lahar atau banjir lahar, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak. 

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk mengenakan masker penutup hidung dan mulut guna mencegah gangguan saluran pernapasan akut (ISPA). 

Pemerintah daerah, meliputi Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam, diminta untuk senantiasa berkoordinasi aktif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau Pos Pengamatan Gunung Marapi yang berlokasi di Jalan Prof. Hazairin No. 168, Bukittinggi. Langkah ini diperlukan untuk mendapatkan informasi mutakhir dan akurat mengenai perkembangan aktivitas vulkanik. 

Selain itu, seluruh pihak diimbau untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif di tengah masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), serta tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan senantiasa merujuk pada arahan resmi dari pemerintah daerah. (**)