PADANG, NUSATIME.ID — Kabau Sirah resmi bersolek. Demi mendongkrak performa yang belum stabil di lanjutan kompetisi, Semen Padang FC mengumumkan amunisi asing barunya, Savio Roberto. Gelandang jangkung asal Brasil ini diplot mengisi pos yang ditinggalkan Lazar Ziljic, legiun Serbia yang dinilai kurang meyakinkan. Lewat unggahan estetik berbalut narasi “Savio Is Red” di akun Instagram resmi klub, manajemen mengonfirmasi perombakan tersebut.
Namun, kejutan penyambutan itu langsung disambut awan mendung. Sávio dipastikan memarkir diri dan hanya jadi penonton saat Semen Padang melakoni laga tandang krusial melawan Persikad Depok. Belit administrasi dan dokumen transfer yang belum rampung menjadi ganjalan utama mantan pilar PSM Makassar tersebut untuk melakoni debut instan.
Sontak, situasi ini memicu kebingungan dan riak kekecewaan pendukung di ruang digital. Suara keraguan mencuat, salah satunya dari pemilik akun @thaaa_013 yang bertanya tajam dalam bahasa Minang: “Lai alah bisa main beko lawan Depok atau lawan PSMS?” (Apakah sudah bisa bermain nanti melawan Depok atau lawan PSMS?).
Isu panas ini memancing Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, turun tangan langsung di kolom komentar. “Ambo usahoan lawan PSMS, dengan segala upaya awak urus kelengkapan administrasinya bia bisa main lawan PSMS,” janji Andre, menegaskan komitmen manajemen memangkas birokrasi demi sang playmaker.
Kedatangan Savio tak otomatis meredam sorotan tajam publik Ranah Minang. Manajemen dan tim pelatih tetap “ditembak” kritik pedas soal mekanisme rekrutmen. Akun @riswandiskay29 menyindir tumpulnya kreasi serangan, “Semen Padang hanya butuh kreator di lini tengah yang kurang.” Andre membalas bahwa perekrutan Savio adalah jawaban instan atas problem tersebut, sembari mengakui mepetnya waktu untuk berburu juru gedor baru.

Tak berhenti di situ, dominasi manajemen dalam urusan transfer pun digugat. “Next pemain tu kalau bisa pelatih yang milih pak,” cetus akun @burrai_carbon. Andre pun menepis sinisme itu dengan nada menohok, “Kan alah dipiliah. Caliak lah hasilnyo Lazar dan Batista hasil pelatih,” balasnya, mengisyaratkan bahwa kegagalan pilar asing sebelumnya juga tak lepas dari pilihan teknis pelatih.
Kini, beban berat bertengger di pundak Savio Roberto Julião Figueiredo. Jenderal lapangan tengah berusia 30 tahun berpostur 1,89 meter ini dibekali modal adaptasi berharga dari pengalamannya bersama PSM Makassar. Keterampilan mengolah si kulit bundar dan dominasi duel udara berkat postur tingginya kini menjadi tumpuan harapan utama publik Padang untuk menghidupkan kembali ruh permainan Kabau Sirah. (**)



Tinggalkan Balasan