PADANG, NUSATIME.ID — Tim Kabau Sirah, Semen Padang FC, berpotensi kembali memutar otak untuk menentukan lokasi homebase dalam mengarungi sisa laga kandang mereka. Pasalnya, Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, yang selama ini menjadi markas sementara, disiapkan sebagai venue utama perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 pada 7–20 November 2026.

Berdasarkan jadwal resmi yang telah dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB), Semen Padang FC dijadwalkan melakoni laga kandang menjamu FC Bekasi City pada 7 November 2026. Jadwal tersebut dipastikan berbenturan langsung dengan hari pertama pembukaan Porprov XV Jabar. Situasi krusial ini menuntut kejelasan tempat pertandingan demi kepastian izin keamanan dan kelancaran kompetisi.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Semen Padang FC belum memberikan pernyataan resmi, baik melalui rilis pers maupun saluran media sosial klub, terkait kepastian pemindahan markas maupun stadion pengganti yang akan digunakan untuk menjamu FC Bekasi City.

Ketidakpastian ini memicu kritik serta keprihatinan dari kalangan pendukung setia Semen Padang FC. Suporter menilai manajemen terkesan lambat dalam merespons potensi bentrokan agenda yang sudah di depan mata. Kejelasan lokasi pertandingan dinilai sangat vital agar persiapan teknis tim maupun mobilitas pemain tidak terganggu di tengah padatnya jadwal kompetisi nasional.

Seperti diketahui, klub kebanggaan masyarakat Ranah Minang tersebut harus memboyong laga kandang ke Bekasi menyusul proses renovasi total Stadion H. Agus Salim di Kota Padang. Namun, agenda multievent regional yang menuntut sterilisasi fasilitas olahraga di Bekasi memaksa jajaran manajemen untuk segera mengeksekusi langkah antisipasi.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat telah menetapkan Stadion Patriot Candrabhaga sebagai pusat perhelatan Porprov XV. Selain menyelenggarakan pertandingan sejumlah cabang olahraga inti, stadion berkapasitas 30 ribu penonton tersebut diproyeksikan sebagai lokasi upacara pembukaan (opening ceremony).

Melihat situasi ini, pendukung mendesak manajemen agar bertindak cepat menginventarisasi stadion alternatif. Salah satu opsi yang mencuat kuat di kalangan suporter adalah memindahkan homebase ke Stadion Utama Riau di Pekanbaru.

Andi, salah seorang pendukung Semen Padang FC asal Padang, menilai Stadion Utama Riau sangat strategis dan ideal untuk menampung laga kandang terdekat.

“Stadion Utama Riau memiliki kualitas lapangan dan fasilitas penunjang berstandar nasional. Secara geografis, Pekanbaru juga jauh lebih dekat dengan basis pendukung di Sumatra Barat, sehingga memangkas waktu dan biaya mobilitas tim,” ujar Andi, Sabtu (31/10/2026).

Selain opsi Pekanbaru, pendukung juga mendorong manajemen untuk mempertimbangkan penggunaan Stadion Utama Sumbar yang berada di Kabupaten Padang Pariaman demi efisiensi jangka panjang.

“Jika manajemen mau memaksimalkan Stadion Utama Sumbar, Semen Padang FC bisa kembali berlaga di hadapan publik sendiri tanpa harus terus-menerus menggelar laga kandang di luar Pulau Sumatra,” tegasnya. (**)