PADANG, NUSATIME. ID — Unggahan bernada kiasan dari mantan pelatih Semen Padang FC, Nil Maizar, memicu perbincangan hangat di kalangan pendukung klub dan publik sepak bola Sumatera Barat. Kalimat pendek bertuliskan, “Kenali peranmu. Lakukan pekerjaanmu. Dan biarkan para ahli melakukan pekerjaan mereka,” direspons luas di media sosial.

Sorotan publik mengemuka setelah akun Facebook Dody Oktavian membagikan ulang unggahan mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut dengan disertai catatan pribadi. Dody menilai keputusan manajemen mengakhiri kerja sama dengan Nil Maizar terkesan terburu-buru serta mengindikasikan dinamika non-teknis di tubuh tim berjuluk Kabau Sirah tersebut.

“Kalah satu pertandingan, pelatih berlisensi AFC Pro yang pernah membawa Semen Padang juara langsung dipecat. Sementara yang tidak paham taktik justru memegang kendali penuh. Ini bukan soal sepak bola saja, ini cerminan negeri kita,” tulis Dody. Ia menambahkan bahwa Semen Padang FC merupakan entitas kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.

Unggahan tersebut mendapat respons beragam dari para pengguna media sosial dan pendukung Semen Padang FC. Sebagian warganet menyayangkan keputusan manajemen yang menghentikan masa kepelatihan pelatih lokal berprestasi tersebut.

Akun Gusfarman Gumis menyoroti rekam jejak performa tim sebelum keputusan diambil. Ia mencatat hasil pada sejumlah laga tandang yang menurutnya perlu menjadi pertimbangan evaluasi.

“SP menang dua kali di kandang lawan, menundukkan Persiraja 1-0, menghajar PSGC Ciamis 2-0, serta imbang 1-1 melawan PSIS. Begitu kalah 0-1 dari PSPS akibat blunder, Nil Maizar langsung didepak. Keputusan terburu-buru tanpa pertimbangan matang. Kalah sekali belum pantas dipecat,” tulisnya di kolom komentar.

Dukungan serupa disampaikan akun Piaman Bersatu Bayu. “Bagaimanapun, Nil adalah salah satu tokoh sepak bola rang Minang yang berprestasi di tingkat nasional. Dipecat secepat itu ibarat diusir di rumah sendiri,” tulisnya. Sementara itu, akun Hari Yusp menekankan pentingnya menyerahkan tata kelola klub kepada profesional di bidangnya.

Di samping gelombang simpati, pandangan kritis juga datang dari sebagian warganet. Akun Zul Udo Chaniago mempertanyakan momentum penyampaian sikap Nil Maizar, dengan menilai dinamika internal seharusnya diungkapkan secara terbuka sejak awal jika terjadi kendala teknis.

Sementara itu, akun Darma Sukma berpandangan bahwa setiap kebijakan manajemen tentu didasari pertimbangan strategis klub. Ia mengimbau pendukung untuk menyikapi dinamika ini secara bijak demi kestabilan tim.

Geliat perbincangan di media sosial ini menunjukkan tingginya perhatian dan rasa memiliki masyarakat Sumatera Barat terhadap perjalanan Semen Padang FC di kompetisi nasional.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen belum memberikan rilis atau pernyataan resmi lanjutan. (**)