Rangkuman Utama
  • PSIS Semarang resmi terbebas dari tiga sanksi FIFA per 12 Juli 2026, sehingga kembali diizinkan mendaftarkan pemain baru untuk kompetisi musim 2026/2027.
  • Semen Padang FC masih terjerat empat kasus sanksi FIFA yang menyebabkan klub belum bisa mendaftarkan pemain baru.
  • Manajemen Semen Padang FC berkomitmen menyelesaikan seluruh kasus sanksi tersebut sebelum periode pendaftaran pemain Liga 2 musim 2026/2027 dibuka.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang-Pesaing Semen Padang FC di Liga 2, PSIS Semarang telah terbebas dari sanksi FIFA sehingga bisa mendaftarkan pemain di kompetisi resmi. Sementara, Kabau Sirah julukan Semen Padang hingga kini masih mempunyai empat kasus sanksi. 

Soal sanksi FIFA ini, Manajemen Semen Padang FC akan selesai sebelum proses pendaftaran pemain untuk kompetisi Liga 2 musim 2026/2027 dibuka.

Manajer Semen Padang FC, Braditi Moulevey, memastikan manajemen tengah menyelesaikan persoalan tersebut sehingga tidak akan mengganggu proses pendaftaran pemain baru.

“Terkait sanksi FIFA, kami pastikan sebelum pendaftaran pemain baru dibuka, sanksi ini sudah selesai,” kata Braditi Moulevey.

Sebelumnya, PSIS tercatat mendapatkan tiga sanksi FIFA di laman FIFA Registration Ban.

Hal tersebut tak menyurutkan manajemen Mahesa Jenar untuk berbelanja pemain. 

Meski begitu, mereka tak akan bisa mendaftarkan pemain selama masih masuk “daftar hitam” FIFA

Pada akhirnya, PSIS secara resmi terbebas dari sanksi FIFA pada Minggu (12/7/2026).

“Pencabutan banned sanksi dari FIFAsudah clear, kami juga sudah koordinasi dengan PSSI dan operator kompetisi,” ucap COO PSIS Fariz Julinar. 

PSIS kini bisa mendaftarkan seluruh pemain baru untuk mengarungi Championship 2026/27. (**)