PADANG, NUSATIME.ID — Langit sepak bola Sumatera Barat berawan duka. Insan olahraga Ranah Minang kehilangan salah satu putra terbaik sekaligus pejuang gigih pembinaan usia muda. Benny Sasra, sosok yang akrab dan hangat disapa Pak Ben, dipanggil Hadirat Yang Maha Kuasa pada Minggu (20/9/2026).
Kepergian almarhum yang mendadak meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi jajaran pengurus Forum Sekolah Sepak Bola (SSB) Sumatera Barat, Kabupaten Agam, serta ratusan anak muda Minang yang pernah meniti mimpi di bawah arahannya.
Pak Ben dikenal sebagai figur yang mendedikasikan hidupnya untuk memoles bakat-bakat mentah dari pelosok daerah. Kepeduliannya terhadap pembinaan pemain muda tak sebatas di tanah kelahirannya, Lubuk Basung, Agam. Tangan dingin almarhum menjangkau talenta-talenta muda dari berbagai penjuru Sumatera Barat tanpa membeda-bedakan asal-usul mereka.
Dari proses panjang dan penuh kesabaran itulah, lahir sejumlah nama yang berhasil menembus panggung sepak bola profesional nasional. Sebut saja Dodi Hirwan Leo dan Rosat Setiawan, hingga deretan pemain muda Bakat Minang yang kini tengah merintis karier di tingkat nasional.
Dodi Hirwan Leo, salah satu pesepak bola yang tumbuh dan memahami betul karakter serta perjuangan Benny Sasra, tak mampu menyembunyikan rasa kehilangan yang mendalam. Ia mengaku terkejut dan tak menyangka sang mentor pergi begitu cepat.

“Beliau bukan sekadar pelatih atau pengurus, tapi sudah seperti orang tua bagi kami. Kepeduliannya pada kemajuan olahraga dan masa depan pemain muda sungguh luar biasa. Kami benar-benar kehilangan sosok pahlawan di balik layar,” ungkap Dodi dengan nada penuh duka, Minggu (20/9/26)
Kabar duka ini memang mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, hingga hari-hari terakhirnya, almarhum masih aktif di lapangan membakar semangat anak-anak asuhnya. Belakangan, Pak Ben diketahui masih setia mendampingi ATHA, tim usia muda asal Kabupaten Agam, yang berlaga dalam ajang bergengsi Piala Soeratin Sumatera Barat.
Jejak pengabdian Pak Ben tidak berhenti di pinggir lapangan hijau. Almarhum juga dikenal aktif memimpin dan menggerakkan berbagai organisasi olahraga, baik di tingkat Kabupaten Agam maupun di level Provinsi Sumatera Barat. Gagasan, energi, dan waktunya curahkan demi memastikan roda pembinaan olahraga tetap berputar.
Selamat jalan, Pak Ben. Dedikasi, keringat, dan jasa-jasamu dalam membangun fondasi sepak bola Ranah Minang akan selalu terpatri dan dikenang sepanjang masa. Semangatmu akan terus hidup dalam setiap jejak langkah para pesepak bola muda yang pernah engkau bina. (**)



Tinggalkan Balasan