Oleh : Drs.H.Marlis,MM,C.Med
(CEO ALINIA GROUP)

NUSATIME.ID-Leadership bukan sekadar kemampuan membuat rencana besar. Leadership adalah keberanian mengubah rencana menjadi tindakan dan disiplin menuntaskan apa yang telah diputuskan.

Banyak orang memiliki ide hebat. Banyak organisasi mempunyai program yang terlihat sempurna di atas kertas. Namun tidak semuanya menghasilkan perubahan. Penyebabnya sederhana: terlalu banyak merencanakan, terlalu sedikit mengerjakan.

Seorang pemimpin harus memegang dua prinsip: rencanakan apa yang akan dikerjakan, lalu kerjakan apa yang sudah direncanakan.

Perencanaan memberikan arah. Kita mengetahui tujuan, prioritas, sumber daya, waktu, risiko, dan ukuran keberhasilan. Tanpa perencanaan, kesibukan mudah berubah menjadi aktivitas tanpa arah.

Namun rencana sehebat apa pun tidak memiliki nilai jika berhenti di meja rapat.

Di sinilah kualitas seorang pemimpin diuji. Pemimpin bukan dinilai dari banyaknya gagasan yang disampaikan, tetapi dari seberapa konsisten ia mengeksekusi keputusan dan menghasilkan sesuatu yang nyata.

Jangan terlalu lama menunggu keadaan sempurna. Jangan menjadikan rapat sebagai pengganti tindakan. Jangan pula membuat target hanya untuk kemudian dilupakan.

Putuskan. Kerjakan. Evaluasi. Perbaiki. Tuntaskan.

Pemimpin yang kuat mempunyai keselarasan antara pikiran, ucapan, keputusan, dan tindakan. Apa yang direncanakan menjadi pekerjaan. Apa yang dikerjakan mengarah kepada tujuan. Dan apa yang telah dimulai diperjuangkan sampai menghasilkan.

Karena pada akhirnya, kesuksesan bukan milik mereka yang paling banyak mempunyai rencana, tetapi mereka yang paling disiplin menjalankan rencana.

Rencanakan dengan matang. Bergerak dengan cepat. Kerjakan dengan disiplin. Tuntaskan dengan hasil.(**)