Oleh: Drs.H.Marlis,MM,C.Med
(CEO ALINIA GROUP)
NUSATIME.ID – Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, banyak orang merasa harus segera sukses. Remaja ingin cepat dikenal, orang dewasa ingin terus terlihat berhasil. Akibatnya, hidup berubah menjadi perlombaan mencari pengakuan.
Padahal, kita tidak harus hebat hari ini. Yang jauh lebih penting adalah memastikan diri kita lebih baik dari kemarin.
Dalam leadership, kemenangan pertama bukanlah memimpin banyak orang, melainkan mampu memimpin diri sendiri. Mengendalikan emosi ketika dikritik, tetap bekerja ketika tidak dipuji, berani mengambil keputusan, disiplin menjalankan komitmen, serta tidak kehilangan prinsip hanya karena ingin disukai.
Begitu pula dalam entrepreneurship. Kesuksesan tidak lahir dalam semalam. Ada proses panjang berupa keberanian mencoba, kegagalan, evaluasi, inovasi, kerja keras, dan kemampuan untuk bangkit kembali.

Karena itu, jangan terlalu takut dibenci dan jangan mengemis untuk disukai. Kita tidak dilahirkan untuk memenuhi ekspektasi semua orang. Dengarkan kritik yang membuat kita bertumbuh, tetapi jangan biarkan komentar orang lain menentukan arah masa depan kita.
Bagi generasi muda, jangan terburu-buru mengejar popularitas dan kekayaan. Bangun kompetensi sebelum mengejar popularitas. Bangun karakter sebelum mengejar jabatan. Bangun kemampuan sebelum mengejar kekayaan.
Bagi orang dewasa, pengalaman bukan alasan untuk berhenti belajar. Dunia terus berubah. Teknologi berubah, bisnis berubah, pola kepemimpinan berubah. Mereka yang merasa sudah mengetahui semuanya justru sedang mempersiapkan dirinya untuk tertinggal.
Ukuran keberhasilan akhirnya sangat sederhana. Tidak perlu setiap hari mengalahkan orang lain. Cukup tanyakan kepada diri sendiri:
“Apakah hari ini saya lebih baik daripada kemarin?”
Jika jawabannya ya, sekecil apa pun kemajuannya, berarti kita sedang berjalan ke arah yang benar.
Mulailah dengan Bismillah. Kerjakan dengan disiplin dan sungguh-sungguh. Nikmati proses tanpa terlalu banyak protes. Setelah seluruh ikhtiar dilakukan, serahkan hasilnya kepada Allah.
La haula wa la quwwata illa billah.
Sebab pemimpin sejati tidak sibuk mengalahkan orang lain. Ia sibuk memenangkan pertarungan melawan dirinya sendiri—hari demi hari.
Tidak harus hebat hari ini. Cukup pastikan: hari ini lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini. (**)



Tinggalkan Balasan