PADANG, NUSATIME.ID — Hasil imbang 1-1 saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu malam, berbuah gelombang kekecewaan besar dari para pendukung setia Semen Padang FC. Alih-alih mendapatkan sambutan hangat, unggahan hasil pertandingan di akun Instagram resmi klub, @semenpadang.id, langsung diserbu ribuan komentar pedas dari para pendukung tim berjuluk Kabau Sirah.

Kritik tajam netizen berfokus pada strategi dan pola permainan yang dinilai sangat minim kreativitas. Kekecewaan ini kian membuncah mengingat Semen Padang FC sejatinya memiliki waktu persiapan yang terbilang paling panjang dibandingkan kontestan liga lainnya. Dengan modal masa persiapan yang ideal serta komposisi skuad bertabur bintang, kualitas permainan di atas lapangan dianggap jauh dari kata memuaskan.

Ungkapan kekecewaan meluap dalam berbagai sudut pandang fans, termasuk yang disampaikan dalam bahasa daerah.

Akun @roni_riw menyoroti tumpulnya skema permainan serta meragukan kapasitas sang pelatih. “Persiapan paling panjang, pola main dak jaleh, pelatih lah usang tumah” (Persiapan paling panjang, pola main tidak jelas, pelatih sudah ketinggalan zaman), tulisnya di kolom komentar.

Akun @pariamankita menilai potensi materi pemain megah yang dimiliki Semen Padang justru terbuang sia-sia akibat taktik pasif. “Materi pemain lebih unggul tapi main kayak gitu. Delay-delay bola,” kritiknya, sembari menegaskan bahwa identitas tim bertabur bintang sama sekali tidak tergambar sepanjang laga.

Di balik riuhnya hujan kritik netizen di media sosial, Pelatih Kepala Semen Padang FC menyampaikan pandangannya seusai laga. Ia memilih pasang badan dan tetap memberikan apresiasi atas perjuangan serta kerja keras yang telah ditunjukkan para anak asuhnya di lapangan.

Meski memuji daya juang tim, sang pelatih tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya terhadap kepemimpinan wasit yang dinilainya membuat sejumlah keputusan kontroversial dan merugikan jalannya pertandingan. Perbedaan sudut pandang ini kian mempertegas jurang pemisah antara pembelaan jajaran pelatih dan ekspektasi tinggi para pendukung setia Kabau Sirah. (**)