Rangkuman Utama
  • Menteri Keuangan mengapresiasi perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh BGN, termasuk pengetatan standar higienis dan penertiban unit pelayanan yang tidak memenuhi syarat.
  • Realisasi anggaran program MBG hingga 30 September mencapai Rp153,19 triliun dan telah menjangkau sekitar 57 juta penerima manfaat melalui lebih dari 27 ribu unit pelayanan.
  • Pemerintah tengah menyiapkan kenaikan anggaran pendidikan hingga mencapai Rp824 triliun pada 2027 guna mendukung program prioritas dan peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

NUSATIME.ID – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengapresiasi langkah perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).

Pembenahan tersebut mencakup penguatan standar kebersihan hingga penertiban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi persyaratan.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah kewajiban bagi SPPG untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Selain itu, SPPG yang belum memenuhi ketentuan tersebut dapat dikenai penutupan sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar pelayanan program MBG.

Suahasil menyampaikan apresiasi itu dalam konferensi pers APBN KiTa pada Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, berbagai pembenahan yang dilakukan BGN menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lebih tertib.

Ia menilai perbaikan tata kelola juga diperlukan agar penyaluran makanan bergizi dapat menjangkau penerima manfaat secara lebih tepat sasaran dan berlangsung optimal.

Menurut Suahasil, kebutuhan anggaran MBG akan disesuaikan dengan pelaksanaan program dan kebutuhan yang telah diperhitungkan pemerintah.

“Anggarannya itu menyesuaikan berapa yang nanti diperlukan, kita akan sediakan. Saat ini telah direalisasikan Rp153,19 triliun sampai dengan 30 September,” ujarnya.

Hingga periode tersebut, program MBG dilaporkan telah menjangkau sekitar 57 juta penerima manfaat melalui lebih dari 27 ribu SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Selain membahas program MBG, Suahasil turut memaparkan realisasi anggaran pendidikan yang telah mencapai Rp574,2 triliun. Menurutnya, dukungan terhadap sektor pendidikan juga diberikan melalui sejumlah program, termasuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa.

Dalam paparan tersebut, realisasi anggaran pendidikan yang disalurkan melalui program MBG tercatat sebesar Rp134 triliun, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 46,2 juta siswa.

Pemerintah juga tengah menyusun rencana alokasi anggaran pendidikan untuk tahun anggaran 2027. Suahasil menyebutkan, anggaran pendidikan pada tahun depan direncanakan mencapai Rp824 triliun.

“Saya mau mengatakan, tahun depan, 2027, anggaran pendidikan itu akan menjadi Rp824 triliun. Ini yang sedang kita desain lagi,” katanya.

Kementerian Keuangan saat ini masih merumuskan rincian penggunaan anggaran tersebut agar dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional. Penetapan alokasi nantinya diarahkan untuk menunjang berbagai kebutuhan pendidikan, termasuk program-program prioritas pemerintah.

Dengan besarnya anggaran yang disiapkan, pemerintah diharapkan dapat memastikan setiap program berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.