PADANG,NUSATIME.ID — Semen Padang FC harus menerima kenyataan pahit dalam mengarungi jalannya kompetisi Championship 2026/2027. Skuad berjuluk Kabau Sirah tersebu dipastikan mengawali langkah mereka di kasta kedua sepak bola Indonesia dari papan bawah dengan modal defisit minus satu (-1) poin.

Kepastian sanksi administratif berupa pengurangan poin ini diumumkan secara resmi melalui akun Instagram klub, ⁠@semenpadang.id⁠. Langkah drastis ini merupakan implikasi dari ketidaksesuaian prosedur pendaftaran markas (homebase) pada kriteria Club Licensingmusim lalu.

General Manager Semen Padang FC, Denny Shulton, membenarkan bahwa sanksi tersebut bersumber dari permasalahan dokumen lisensi ketika Stadion H. Agus Salim (GHAS) Padang harus menjalani renovasi total.

“Di tengah tenggat waktu pendaftaran licensing yang sangat terbatas pada periode tersebut, manajemen mendaftarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai opsi alternatif agar pemenuhan lisensi klub dapat diselesaikan tepat waktu,” ujar Denny dalam keterangannya.

Namun, kendala efisiensi operasional dan beban finansial memaksa manajemen mengajukan surat permohonan pengalihan lokasi pertandingan kepada operator liga, PT Liga Indonesia Baru (LIB). Sayangnya, permohonan tersebut ditolak. Semen Padang FC pada akhirnya memilih Stadion Patriot, Bekasi, sebagai kandang darurat.

Akibat ketidaksesuaian antara stadion yang didaftarkan pada dokumen awal lisensi dengan lokasi pertandingan yang dijalani, PT LIB resmi menjatuhkan sanksi pengurangan 1 poin sesuai regulasi yang berlaku.

Kabar pengurangan poin ini langsung memicu reaksi riuh dari pendukung setia Kabau Sirah di media sosial. Sebagian suporter meluapkan kekecewaannya atas keteledoran administratif manajemen.

“Belum main poin sudah kurang, parah mah,” tulis akun ⁠@djambak.88⁠ di kolom komentar pengumuman resmi klub.

Kekecewaan senada diungkapkan akun ⁠@lufy_ggmu⁠ dengan bahasa Minang, “Alun apo-apo lah potong ateh” (Belum apa-apa sudah dipotong duluan).

Meski demikian, tidak sedikit pula kelompok suporter yang memilih memberikan dorongan moral bagi para pemain di lapangan agar tidak berkecil hati.

“Pepatah Minang: mundur selangkah untuk maju 10 langkah,” tulis akun ⁠@bangbin110⁠ memberi semangat.

Sikap optimistis juga disampaikan akun ⁠@vikairwanto⁠, “Tetap semangat, fokus, lupakan pengurangan 1 poin, mudah-mudahan 3 poin lawan Persiraja Banda Aceh.”

Keputusan berlaga jauh dari Ranah Minangkabau membuahkan risiko ganda bagi Semen Padang FC. Selain sanksi pengurangan poin, klub juga harus mengikhlaskan hilangnya home advantage akibat ketiadaan dukungan langsung dari basis akar rumput suporter di Stadion H. Agus Salim.

Menanggapi sanksi tersebut, manajemen menegaskan menerima keputusan regulator dengan lapang dada sebagai evaluasi besar tata kelola klub ke depan.

Saat ini, fokus penuh dialihkan ke lini teknis lapangan di bawah arahan tim pelatih untuk segera mengikis defisit poin dan mengamankan kemenangan pada laga-laga mendatang. (sal)