- Semen Padang FC berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Persiraja Banda Aceh pada laga perdana Pegadaian Championship di Stadion H. Dimurthala.
- Keputusan taktis Pelatih Nil Maizar merotasi dua legiun asing di babak kedua terbukti efektif dan membuahkan gol pemecah kebuntuan melalui Ariyanto Maring pada menit ke-71.
- Aksi impresif penjaga gawang Ikram Alqifari di bawah mistar gawang menjadi penentu kemenangan Semen Padang usai menggagalkan gelombang serangan bertubi-tubi dari Persiraja hingga laga berakhir.
BANDA ACEH, NUSATIME.ID— Semen Padang FC sukses membuka langkah awal di kompetisi Pengadaian Championship dengan hasil manis usai mencuri kemenangan 1-0 atas tuan rumah Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala, Minggu (13/9/2026) malam.
Meski berhasil mengamankan tiga poin krusial, performa tim berjuluk Kabau Sirah tersebut menyisakan catatan kritis lantaran dinilai belum mampu mengembangkan permainan terbaiknya.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Semen Padang tampil tertekan dan hampir tanpa peluang berarti. Lini tengah Kabau Sirah tak berkutik akibat mati anginnya dua pemain asing mereka, Elisio Batista dan Lazar Zlicic.
Keduanya tampil jauh dari harapan, minim kontribusi, dan gagal menjadi motor serangan. Imbasnya, Persiraja yang tampil agresif di bawah dukungan penuh suporternya leluasa mengurung pertahanan Semen Padang. Beruntung bagi tamu, buruknya penyelesaian akhir para penyerang Laskar Rencong membuat babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Pelatih Kepala Semen Padang, Nil Maizar, mengambil langkah tegas. Sadar dua legiun asingnya tampil mengecewakan, Nil Maizar langsung menarik keluar Elisio Batista dan Lazar Zlicic untuk digantikan oleh David Maulana dan M. Rahmat. Perubahan ini sempat membuahkan hasil positif. Alur bola Kabau Sirah mulai hidup hingga akhirnya Ariyanto Maring berhasil memecah kebuntuan lewat golnya pada menit ke-71.

Namun, keunggulan 1-0 tak lantas membuat skema permainan Semen Padang membaik. Setelah mencetak gol, koordinasi permainan kembali merosot dan pola bertanding mereka kembali seperti babak pertama.
Persiraja memanfaatkan situasi ini dengan melancarkan gelombang serangan bertubi-tubi di sisa waktu pertandingan. Kemenangan Semen Padang pun praktis diselamatkan oleh aksi gemilang sang kiper, Ikram Alqifari, yang tampil sangat tangguh menggagalkan sejumlah peluang emas tuan rumah hingga laga usai.
Usai pertandingan, Nil Maizar tidak menutup mata atas kekurangan timnya, namun ia tetap menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras anak asuhnya.
“Kami sangat bersyukur atas hasil ini. Perjuangan dan kerja keras para pemain di lapangan luar biasa dalam menghadapi tekanan tuan rumah. Kemenangan di laga perdana ini sangat besar artinya bagi modal dan mentalitas Semen Padang mengarungi kompetisi,” ujar Nil Maizar. (sal)



Tinggalkan Balasan