- Nanik S. Deyang mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) guna menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri atas persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
- Meskipun belum mengungkap identitas calon penerusnya, Nanik mengisyaratkan penggantinya adalah sosok orang dekat dan ia sendiri diproyeksikan memimpin Dewan Pengawas BGN.
- Sebelum melepas jabatannya, Nanik telah meletakkan fondasi reformasi di BGN dengan merombak lima pejabat eselon I serta membentuk 11 tim evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
JAKARTA – Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang ditinggalkan Nanik S. Deyang tampaknya tak akan kosong terlalu lama. Di tengah pengumuman pengunduran dirinya karena alasan kesehatan, Nanik memberi isyarat mengenai sosok yang diproyeksikan menggantikannya.
Meski tidak mengungkap identitasnya, Nanik menyebut calon penerusnya merupakan orang dekat yang sudah dikenalnya dengan baik. Isyarat itu disampaikan melalui unggahan di media sosial pribadinya, Rabu (22/7/2026), sesaat sebelum bertolak ke luar negeri untuk menjalani pengobatan penyakit jantung.
“Insyaallah pengganti saya adalah ‘adik saya’, di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang,” tulis Nanik.
Pernyataan tersebut menjadi petunjuk pertama dari Nanik mengenai sosok yang kemungkinan akan memimpin BGN setelah dirinya resmi melepas jabatan. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut siapa figur yang dimaksud sebagai “adik” tersebut.
Dalam unggahan yang sama, Nanik mengungkapkan bahwa dirinya telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto sekaligus menyampaikan pengunduran diri sebagai Kepala BGN demi menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Menurut Nanik, Presiden Prabowo memahami kondisi kesehatannya dan menyetujui permohonan tersebut. Meski demikian, Presiden disebut tetap memintanya terlibat dalam pengawasan Badan Gizi Nasional.
“Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya,” ujar Nanik.
Dalam unggahan lain, Nanik juga menuliskan komentar bernada ringan mengenai rencana penugasan tersebut.
“Saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang), sumpah trauma akut,” tulisnya.
Selain menyinggung calon penggantinya, Nanik juga menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia membantah anggapan bahwa program tersebut dijalankan untuk kepentingan politik.
“Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD. Tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos,” ujarnya.
Sebelum mengakhiri masa jabatannya, Nanik mengklaim telah meletakkan fondasi reformasi di lingkungan BGN. Langkah yang dilakukan antara lain merombak lima pejabat eselon I yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga serta membentuk 11 tim reformasi.
Tim-tim tersebut diberi tugas melakukan evaluasi terhadap sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Nanik sebelumnya mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Keputusan itu, menurutnya, telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat persetujuan.



Tinggalkan Balasan