- Kelompok suporter Spartacks meminta manajemen Semen Padang FC untuk mengembalikan markas tim (home base) ke Sumatra Barat pada putaran kedua kompetisi.
- Penggunaan Stadion Utama Sumatra Barat dinilai dapat memberikan atmosfer dukungan moral yang lebih masif dari suporter lokal guna mendongkrak performa tim.
- Meskipun menyadari adanya potensi peningkatan biaya operasional akibat kendala transportasi, suporter optimistis manajemen profesional klub mampu mengatasi persoalan tersebut.
Padang-Pendukung setia Semen Padang FC Spartacks berharap kepada manajemen tim berjuluk Kabau Sirah, untuk bisa kembali berkandang di Ranah Minang pada putaran kedua. Permintaan itu diminta langsung Ketua Spartacks, Fintheo Miranda dalam temu ramah kelompok suporter dengan manajemen tim Semen Padang di Jakarta, Jumat (17/7/26).
“Kita sangat berharap, Semen Padang kembali ke Sumbar. Kami lihat Stadion Utama bisa dimaksimalkan. Kalau main di Stadion Utama tentu akan memberikan atmosfer dukungan yang lebih masif dan intimidatif bagi lawan, di mana itu sangat dibutuhkan tim saat berlaga,” ujar Fintheo Miranda via ponsel, Sabtu (18/7/26).
Kata Tio, tujuan suporter meminta Kabau Sirah kembali ke Sumbar, agar Semen Padang FC lebih dekat dengan akar dan pendukung setianya di Ranah Minang, bukan hanya sekadar mengandalkan suporter di perantauan.
“Kembali ke Padang, adalah bentuk kerinduan bagi kami dan bisa menjadi dorongan moral bagi tim. Makanya kami berharap Kabau Sirah dapat kembali bermain di ranah minang demi mengembalikan marwah tim kebanggaan masyarakat Sumatra Barat,” tegasnya.
Kelompok suporter terutama Spartacks, jelas Tio, sangat memahami kondisi tim, bila berkandang di Padang, di mana kata manajemen, kos akan lebih besar, karena beberapa penerbangan akan melakukan transit, tapi melihat komposisi manajemen ini, Tio optimistis persoalan kos ini akan bisa di atasi.

“Kami sangat yakin masalah yang dihadapi Semen Padang bila berkandang di Sumbar, bakal ada solusi, karena manajemen sekarang sangat profesional,” terang Tio. (sa)



Tinggalkan Balasan