- Semen Padang FC menghadapi tantangan berat dalam mengarungi Liga 2 musim 2026/2027 karena harus bermarkas di Pulau Jawa serta menjalani transisi kepemimpinan di bawah pelatih baru, Nil Maizar.
- Manajemen klub tengah berupaya menyelesaikan sanksi larangan registrasi pemain dari FIFA akibat sengketa lama agar tidak mengganggu persiapan tim menghadapi kompetisi mendatang.
- Kelompok suporter Spartacks tetap optimis dan kini menantikan pengumuman jajaran pemain baru berkualitas nasional yang diharapkan mampu membawa Kabau Sirah kembali promosi ke Liga 1.
Padang-Berlaga di Liga 2 musim 2026/2027 diprediksi menjadi salah satu musim paling berat bagi Semen Padang FC. Setelah degradasi musim lalu, Kabau Sirah kini dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih besar.
Tak hanya berjuang kembali promosi ke Liga 1, Semen Padang juga harus berjuang di luar Ranah Minang, karena Kabau Sirah kini memilih kandang di Pulau Jawa, itu artinya Semen Padang bakal kekurangan pemain ke-12 yakni suporter fanatik, seperti musim-musim sebelumnya.
Situasi itu semakin menarik karena di Liga 2 ini, Semen Padang akan memasuki era baru di bawah kepemimpinan pelatih Nil Maizar yang menggantikan Imran. Meski begitu, pendukung setia Semen Padang berharap proses transisi tidak mengganggu performa tim.
Dirigen Spartacks, Fintheo Miranda, optimistis Nil Maizar tidak akan memulai segalanya dari nol karena sudah mengenal karakter tim apalagi dia pernah menangi Semen Padang.
“Ya, mudah-mudahan adaptasinya tidak harus dari awal lagi, karena kan Nil pernah melatih Semen Padang. Memang persaingan Liga 2 ini sangat berat, mudah-mudahan kita bisa juara dan kembali promosi ke Liga 1,” ujar Teo, Selasa (21/7/26).

Di tengah persiapan menuju Liga 2, Semen Padang juga masih dibayangi sanksi larangan registrasi pemain dari FIFA yang muncul akibat sengketa lama dengan mantan pemainnya. Namun, Teo meminta para pendukung tetap tenang dan percaya kepada langkah yang sedang dilakukan manajemen.
“Ya mudah-mudahan itu masalah FIFA ban-nya cepat diberesin, biar tidak mengganggu persiapan. Dan saya yakin manajemen tahu apa yang terbaik untuk mengarungi Liga 2, jadi jangan khawatir, insyaallah,” ujarnya.
Selain sanksi pendaftaran pemain dari FIFA, Semen Padang juga akan kehilangan dukungan, karena main di luar Sumbar. Namun, Tio kembali menegaskan bahwa persoalan tersebut diyakini tidak akan mengganggu agenda besar tim musim depan.
“Ya kalau sanksi mah manajemen mengatakan tidak usah khawatir karena itu bisa diselesaikan. Jadi, insyaallah tidak akan mengganggu persiapan tim. Dan mudah-mudahan sambil paralel berjalan juga,” katanya.
Menurut Teo, saat ini yang paling dinantikan pendukung bukan sekadar kabar penyelesaian sanksi, melainkan pengumuman pemain-pemain baru yang akan memperkuat Semen Padang untuk menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
“Semen Padang saya yakin sudah menyiapkan plan-plan dan sudah melakukan negosiasi. Nah, tinggal pendukung menunggu,” ucapnya.
Ia mengakui rasa penasaran suporter terhadap aktivitas transfer Semen Padang sangat besar, mereka mendatangkan pemain berlabel nasional.
“Kita penasaran bagaimana kualitas pemain baru ini. Mudah-mudahan pembelian ini sukses, tidak sama dengan musim sebelumnya,” tuturnya.
Bagi Teo, tantangan terbesar musim depan bukan hanya soal mendatangkan pemain baru. Ia berharap para pemain yang bertahan di Semen Padang tetap memiliki rasa lapar untuk meraih prestasi.
“Ya mudah-mudahan pemain yang masih bertahan tidak pernah bosan. Terus bisa termotivasi lagi, lagi, dan lagi untuk membawa Semen Padang kembali lagi ke Liga 1,” tegasnya. (sal)



Tinggalkan Balasan