PADANG, NUSATIME.ID— Kepastian pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat kian memicu tanda tanya besar. Pengurus Besar (PB) Porprov Sumbar secara resmi memutuskan untuk menunda pelaksanaan Chef de Mission (CDM) Meeting II hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Keputusan penundaan tersebut tertuang dalam surat resmi PB Porprov bernomor ⁠019/K-SB/PB-Porprov/IX/2026⁠ yang ditandatangani langsung oleh Ketua PB Porprov, Editiawarman, tertanggal 18 September 2026. Surat ini telah dikirimkan kepada Ketua KONI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat serta para Technical Delegate (TD) cabang olahraga.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa jadwal lanjutan CDM Meeting II akan diberitahukan kemudian oleh pihak PB Porprov. Penundaan yang mendadak ini seolah menguatkan sinyal dan kekhawatiran yang sebelumnya telah disuarakan oleh KONI Kabupaten/Kota terkait ketidakpastian penyelenggaraan multievent olahraga terbesar di Sumbar tersebut.

Pengamat sekaligus pencinta olahraga Sumbar, Arief Kamil menilai penundaan rapat koordinasi krusial ini sebagai indikasi kuat bahwa ajang Porprov terancam ditunda atau bahkan dibatalkan.

“CDM Meeting merupakan forum koordinasi tertinggi antara panitia penyelenggara (organizing committee) dengan para ketua kontingen daerah. Jika pertemuan ini ditunda tanpa kejelasan waktu, itu adalah pertanda utama ada kendala yang sangat besar di tingkat pusat,” ujar Arief di Padang, Jumat (18/9/26).

Ia menambahkan, kendala mendasar biasanya berkaitan dengan persoalan anggaran, kesiapan infrastruktur, hingga teknis operasional yang belum matang. Tanpa berjalannya CDM Meeting II, daerah peserta tidak memiliki panduan teknis maupun kepastian operasional untuk memberangkatkan kontingen mereka.

Hingga berita ini diturunkan, KONI Kabupaten/Kota dan para atlet daerah masih menunggu kejelasan arah kebijakan dari PB Porprov terkait nasib pelaksanaan Porprov Sumbar mendatang. (**)