- Hujan lebat menyebabkan banjir merendam kawasan permukiman Palarik, Kelurahan Aie Pacah, Kota Padang, dengan ketinggian air mencapai lutut hingga paha orang dewasa.
- Kawasan Palarik dinilai sangat rentan tergenang air secara berulang, bahkan ketika curah hujan dengan intensitas tinggi hanya berlangsung selama satu hingga satu setengah jam.
- Warga meminta BPBD Kota Padang menyiagakan perahu karet untuk evakuasi darurat sekaligus mengeluhkan belum adanya langkah penanganan konkret dari pemerintah setempat.
NUSATIME.ID – Guyuran hujan lebat yang melanda wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, kembali memicu genangan banjir di pemukiman warga kawasan Palarik, Kelurahan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, pada Sabtu (10/10/2026).
Aliran air berwarna cokelat pekat tampak mengaliri area sekitar rumah-rumah penduduk. Luapan air tidak sekadar membasahi pekarangan, tetapi turut merendam fondasi bangunan tempat tinggal warga dengan kedalaman bervariasi mulai dari setinggi lutut hingga paha dewasa.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Endi, salah seorang penduduk Palarik yang ikut terdampak musibah banjir ini. Ia mengungkapkan bahwa tingginya curah hujan menjadi pemicu utama datangnya air.
“Akibat hujan lebat mengakibatkan banjir di kawasan Palarik, Padang,” ujar Endi.
Menurut keterangannya, ancaman genangan air di area Palarik terbilang sangat sering terjadi, bahkan ketika durasi hujan lebat hanya berlangsung antara satu sampai satu setengah jam saja.

Dalam situasi demikian, luapan air berpotensi cepat melonjak hingga setinggi paha orang dewasa.
Endi juga menyoroti belum adanya langkah penanganan konkret dari Pemerintah Kota Padang untuk mencegah potensi banjir susulan yang terus berulang setiap kali hujan deras melanda pemukiman mereka.
“Belum ada tanggapan dari Pemerintah Kota Padang untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan yang biasanya terjadi setiap hujan deras terjadi di kawasan me ini,” ujarnya.
Selain meluapkan keluh kesahnya, Endi mengaku sudah melayangkan permohonan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang untuk segera menyiagakan armada perahu karet guna membantu proses evakuasi warga di lokasi terdampak.
Pesan darurat tersebut ia sampaikan langsung melalui perbincangan di dalam grup WhatsApp BPBD Padang.
“Agiah perahu karet da (Beri bantuan perahu karet pak),” tulisnya pada grup WA BPBD Padang.
Ancaman banjir yang berulangkali menerjang kawasan Palarik ini terus menjadi keresahan utama masyarakat setempat, terutama setiap kali awan hitam dan hujan deras mengguyur wilayah Aie Pacah, Kota Padang. (*)



Tinggalkan Balasan