- Sebanyak 61 siswa SMP Pembangunan Laboratorium UNP Padang mengikuti kegiatan praktikum bahasa Inggris bertajuk "Hunting Tourist" di kawasan Jam Gadang, Bukittinggi, pada Sabtu (19/9/2026).
- Para siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mewawancarai wisatawan mancanegara secara langsung demi melatih kefasihan berbicara dan meningkatkan rasa percaya diri di luar kelas teori.
- Pihak sekolah, termasuk Kepala SMP Lab Pembangunan UNP, mendampingi langsung agenda tersebut guna memberikan pengalaman nyata bagi para siswa dalam berinteraksi dengan penutur asli (native speaker).
BUKITTINGGI, NUSATIME.ID— Kabut tipis dan rintik hujan yang membasahi pelataran Jam Gadang, Sabtu (19/9/2026), tak sedikit pun menyurutkan langkah puluhan remaja berseragam sekolah itu. Di tengah lalu lalang wisatawan, mata mereka sigap memindai deretan pengunjung, mencari sosok-sosok dari mancanegara yang sedang menikmati landmark ikonik Kota Bukittinggi tersebut.

Hari itu, sebanyak 61 siswa kelas 8 dan 9 SMP Pembangunan Laboratorium UNP Padang tidak sedang menjalani piknik biasa. Mereka menerjang ruang kelas terbuka melalui kegiatan Hunting Tourist berkonsep “Speak, Explore, Connect”. Sebuah agenda praktikum dari program English Conversation Class (ECC) yang menantang mereka keluar dari zona nyaman buku teks dan tata bahasa formal.
Dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan empat hingga lima orang, para siswa mengemban misi khusus, mendekati, menyapa, dan mewawancarai minimal dua turis asing dengan bahasa Inggris. Kamera ponsel dan alat perekam suara menjadi “senjata” wajib untuk mendokumentasikan setiap percakapan, yang nantinya akan diolah menjadi laporan evaluasi pembelajaran.
Rasa gugup jelas terlihat di awal. Beberapa siswa tampak saling berbisik, memantapkan kalimat pembuka sebelum akhirnya memberanikan diri menyapa warga asing yang melintas. Namun, begitu percakapan mengalir, kecanggok awal itu perlahan luluh berganti senyum dan gestur percaya diri.

Siska Franinda, salah satu guru pengampu ECC, menjelaskan bahwa keberanian melintasi batas canggung itulah yang menjadi inti dari kegiatan ini.
“Kegiatan hunting tourist ini bertujuan melatih kemampuan berbahasa Inggris siswa agar lebih lancar dan percaya diri saat berkomunikasi dengan orang lain,” ujar Siska di sela-sela pendampingan.
Pemilihan Jam Gadang sebagai lokasi pun bukan tanpa alasan, mengingat kawasan sejarah ini kerap menjadi magnet utama turis internasional di Sumatra Barat.
Kehadiran para siswa di lapangan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala SMP Lab Pembangunan UNP, Marlini T., M.Pd, hadir langsung mendampingi para siswa bersama lima orang guru lainnya.
Ia mengaku bangga melihat daya juang anak didiknya yang tak henti bergerak meski gerimis terus mengguyur.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman langsung bagi siswa dalam berkomunikasi dengan native speaker. Ini tidak hanya meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka, tetapi juga membangun rasa percaya diri,” ungkap Marlini optimis.
Bagi siswa SMP Lab UNP, Sabtu itu bukan sekadar tentang menyelesaikan tugas sekolah di bawah rintik hujan Bukittinggi. Ini adalah tentang melompati rasa takut, menjembatani perbedaan budaya, dan membuktikan bahwa bahasa adalah tentang keberanian untuk menyapa dunia. (**)



Tinggalkan Balasan