- Pemerhati sepak bola Sumatra Barat, Rakhmatul Akbar, mengingatkan Semen Padang FC agar tidak jemawa dengan kedalaman skuad bertabur bintang yang dinilai belum menjamin performa maksimal di lapangan.
- Kinerja jajaran pelatih disorot karena belum menunjukkan formula taktik yang matang dan variasi serangan yang jelas, di samping keraguan atas efektivitas perekrutan pemain veteran seperti Esteban Vizcarra.
- Komposisi tim yang mencapai 35 pemain dinilai terlalu gemuk, berpotensi memicu ketidakefektifan pengelolaan tim, mengganggu keharmonisan ruang ganti, serta menyulitkan penentuan skema permainan yang padu.
PADANG,NUSATIME.ID-Hadir di studio podcast Radio Classy FM, pemerhati sepak bola Sumatra Barat sekaligus wartawan olahraga senior Ranah Minang, Rakhmatul Akbar, melontarkan kritik pedas terkait kesiapan Semen Padang FC menghadapi kompetisi Liga 2.
Sebagai seorang pencinta sepak bola Sumatra Barat, Rakhmatul tidak menampik rasa bangganya terhadap kedalaman skuad Kabau Sirah musim ini. Di atas kertas, Semen Padang FC memang dihuni komposisi pemain bernilai pasar tinggi dan dihiasi nama-nama besar berlabel bintang.
Namun, ia mengingatkan agar rasa bangga dan kemewahan materi tersebut tidak membuat tim menjadi autautan, terlena, jumawa, atau merasa di atas angin sebelum kompetisi resmi dimulai.
Kemewahan skuad dinilainya sama sekali tidak menjamin langkah mulus di atas lapangan hijau. Rakhmatul secara terbuka meragukan dampak dari nama-nama besar yang ada di dalam tim saat ini. Menurutnya, reputasi mentereng para pemain tersebut sebagian besar hanyalah cerita masa lalu yang tidak lagi relevan.
Evaluasi mendalam terhadap statistik musim lalu menunjukkan catatan kinerja mereka jauh dari harapan, yang menjadi sinyal peringatan bahwa kontribusi mereka musim ini berpotensi mengecewakan jika tidak ada pembenahan.

Salah satu sorotan tajamnya tertuju pada keputusan manajemen memboyong kembali Esteban Vizcarra. Kehadiran gelandang veteran tersebut dinilai menyisakan tanda tanya besar, terutama terkait efektivitas dan kontribusi nyatanya bagi skema permainan tim.
Keraguan Rakhmatul makin menebal ketika melihat sejauh mana kemampuan jajaran pelatih dalam meramu komposisi tim ini. Ia menilai belum ada formula taktik yang jelas dan variasi serangan yang variatif.
Catatan kritikal ini kian beralasan mengingat presiden klub sendiri pernah melontarkan kritik terbuka kepada pelatih terkait pola permainan dan variasi serangan yang terkesan tidak jelas di lapangan.
Situasi ini menegaskan bahwa nama besar pemain dan gemuknya skuad tak akan berarti tanpa arah taktik yang matang.
Selain masalah kualitas dan racikan taktik, Rakhmatul juga mengkritik jumlah komposisi skuad yang dinilainya tidak ideal. Dengan mendaftarkan hingga 35 pemain, ukuran tim dianggap terlalu gemuk.
Kondisi ini berisiko memicu ketidakefektifan dalam pengelolaan tim, mengganggu keharmonisan ruang ganti, serta menyulitkan jajaran pelatih dalam menentukan skema permainan yang padu dan fokus. Pesannya jelas: Semen Padang FC jangan terlalu percaya diri hanya karena kedalaman skuad, sebab ujian sesungguhnya adalah pembuktian taktik dan performa nyata di lapangan. (sal)



Tinggalkan Balasan