PADANG, NUSATIME.ID — Langkah Semen Padang FC untuk bangkit pascadegradasi dipastikan kian menanjak. Tim berjuluk Kabau Sirah tersebut berpotensi memulai kompetisi Liga 2 dengan tabungan poin minus akibat akumulasi sanksi administrasi dan finansial musim lalu.
Berdasarkan regulasi ketat kompetisi musim ini, setiap klub peserta dikenakan sanksi tegas berupa pemotongan poin apabila terbukti melakukan pelanggaran fatal, seperti berpindah kandang (homebase) di tengah jalan hingga menunggak kewajiban finansial atau gaji pemain. Langkah ini diambil guna meningkatkan profesionalisme serta ketertiban tata kelola klub nasional.
Dampak aturan baru tersebut kini membayangi kubu Semen Padang FC dan sejumlah kontestan lainnya.
Informasi mengenai sanksi ini memicu perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional setelah diunggah oleh akun Instagram @nusaliga. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa beberapa tim peserta kompetisi harus menanggung konsekuensi berat sebelum kompetisi bergulir.
“Setidaknya 8 club championship akan memulai liga dengan pengurangan poin, rumor semakin dekat, dan disebut hanya menanti surat resmi. Apalagi ada yang hingga -3 dan -4,” tulis @nusaliga.

Nada serupa diungkapkan akun @medanfootballid. Dalam unggahan draf klasemen awal Grup Barat Liga 2, beberapa klub ternama tercatat memulai persaingan dengan nilai -1 poin, di antaranya, Semen Padang FC, PSIS Semarang, Persiraja Banda Aceh,Persiku Kudus,Sumsel United.
Penerapan sanksi potong poin ini menjadi wujud komitmen ketat regulator terhadap dua isu krusial. Mengubah lokasi pertandingan kandang tanpa alasan kahar (force majeure) berdampak pada kepastian jadwal dan logistik liga.
Kewajiban melunasi hak pemain musim lalu menjadi syarat mutlak lisensi klub. Tunggakan gaji kini langsung berganjar sanksi pengurangan poin di awal musim.
Bagi Semen Padang FC, memulihkan kondisi finansial dan mental tim menjadi fokus utama agar kendala awal musim ini tidak menghambat misi kembali ke kasta tertinggi. (sal)



Tinggalkan Balasan