BEKASI, NUSATIME.ID — Tuntunan tinggi mengapung di bahu para penggawa Semen Padang FC jelang laga kedua Pegadaian Championship kontra PSIS Semarang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (20/9/2026).
Target tiga poin ditanamkan oleh jajaran manajemen untuk mengamankan posisi di papan atas. Namun, di balik ambisi besar sang Presiden Klub, keraguan justru membayang di benak para pendukung setia Kabau Sirah.
Presiden Semen Padang FC, Andre Rosiade, menegaskan bahwa angka penuh adalah harga mati, kendati ia tak menampik performa tim pada laga perdana jauh dari kata memuaskan.
“Tentu saya rasa bukan hanya suporter yang kecewa, kami pun manajemen kecewa dengan permainan tim saat bertanding melawan Persiraja. Tapi di luar kekecewaan, tentu kita patut syukuri bahwa tim ini menang juga,” tegas Andre saat menyambangi Padang, Kamis (17/9/2026).
Ekspektasi manajemen ini berbenturan langsung dengan realitas di lapangan yang dirasakan para pendukung di ranah Minang. Kemenangan tipis atas Persiraja Banda Aceh di laga pembuka gagal menyisakan rasa aman. Kualitas permainan yang dinilai minim skema dan cenderung monoton memicu gelombang skeptisisme.

Dery Sahputra, seorang pendukung setia Semen Padang asal Kota Padang, menyuarakan kekhawatirannya jika tim pelatih tidak segera melakukan evaluasi mendasar.
“Kalau permainan masih seperti saat menghadapi Persiraja, saya pesimis Semen Padang bisa meraih kemenangan. PSIS kualitasnya berbeda dengan Persiraja, jadi kalau ingin menang tim pelatih harus merubah total pola permainannya,” ujar Dery, Jumat (18/9/2026).
Nada serupa ditiupkan oleh Hendra, suporter lainnya. Menurutnya, PSIS Semarang datang dengan kelas yang jauh berbeda. Laga pembuka Laskar Mahesa Jenar saat melumat PSPS Pekanbaru menjadi bukti sahih betapa terstrukturnya alur permainan dan kedalaman skuad yang mereka miliki.
Ancaman bagi Kabau Sirah kian nyata mengingat PSIS kini dihuni dua mantan pilar Semen Padang, Riyan dan Agusnoval. Kehadiran keduanya di kubu lawan diyakini menjadi kartu AS bagi PSIS untuk membongkar karakter dan kelemahan permainan Semen Padang.
“Kualitas PSIS sangat jauh berbeda dengan tim-tim lain, itu terlihat saat mereka melakukan laga perdana menghadapi PSPS Pekanbaru. Pola dan ritme permainannya terstruktur, skil individu pemainnya juga menjanjikan,” kata Hendra.
“Apalagi ada Riyan dan Agusnoval yang tentu sedikit banyaknya paham pola permainan Kabau Sirah. Jadi kalau permainan masih kaya lawan Persiraja, bakal sulit untuk memenangkan pertandingan.”
Kini, bola panas berada di tangan tim pelatih Semen Padang FC. Mampukah armada Kabau Sirah berbenah secara radikal dalam waktu singkat demi meredam determinasi Mahesa Jenar, sekaligus membuktikan bahwa target sang Presiden bukanlah sekadar angan-angan di atas kertas? Jawabannya akan tersaji di rumput Patriot Bekasi. (sal)



Tinggalkan Balasan