Rangkuman Utama
  • PDPI Cabang Sumatra Barat bekerja sama dengan Dinkes Kota Padang menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining TBC di Lubuk Begalung, yang ditinjau langsung oleh Wamenkes RI guna mendorong penelusuran aktif kontak erat sesuai arahan Presiden.
  • Dinkes Kota Padang mencatat sebanyak 2.700 dari target 4.800 kasus TBC tahun 2026 telah terdeteksi, termasuk penemuan 77 pasien positif baru dari hasil penelusuran kontak erat di 105 titik.
  • Kolaborasi lintas sektor ini mengerahkan fasilitas rontgen portabel dan kader di 104 Kelurahan Siaga TBC demi mengawal target eliminasi TBC pada tahun 2030, sekaligus mengimbau kewaspadaan warga terhadap lonjakan kasus ISPA.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME.ID — Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat bergandengan tangan dengan Dinas Kesehatan Kota Padang menggelar aksi pengabdian masyarakat bertajuk “Untuk Indonesia Sehat” di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini melayani Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga skrining Tuberkulosis (TBC) bagi warga setempat.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, hadir langsung meninjau lokasi sebagai bentuk dukungan atas percepatan penemuan kasus dan eliminasi penularan TBC di Kota Padang. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemko Padang Feri Mulyani Hami, Ketua PDPI Cabang Sumbar Masrul Basyar, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, serta perwakilan Puskesmas Lubuk Begalung dan Pengambiran.

Dalam arahannya, Wamenkes menekankan bahwa kegiatan ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan pemutusan rantai penularan TBC melalui penelusuran aktif (tracing) dan pemeriksaan kontak erat di lingkungan keluarga.

“Indonesia masuk 20 besar ekonomi terbesar dunia, tetapi kasus TBC kita masih sangat tinggi. Selama ini kita terlalu fokus pada orang yang sudah sakit, sementara kontak erat di rumah tidak diperiksa sehingga memicu penularan berulang. Program CKG dan sosialisasi ini merupakan arahan Presiden agar masyarakat kita berumur panjang dan sehat,” tegas Benjamin.

Ketua PDPI Cabang Sumbar, Masrul Basyar, menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini, termasuk penyediaan fasilitas rontgen portabel gratis dari hasil kerja sama vendor dengan Dinkes. Ia menegaskan kesiapan PDPI Sumbar untuk mengawal target eliminasi TBC pada tahun 2030.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, memaparkan capaian tracingdi lapangan. Dari target penemuan 4.800 kasus TBC yang ditetapkan Kemenkes untuk Kota Padang pada tahun 2026, sebanyak 2.700 kasus telah berhasil terdeteksi.

“Seluruh 11 kecamatan di Padang telah berkomitmen melakukan tracing, didukung pembentukan 104 Kelurahan Siaga TBC. Sejak pertengahan September hingga November, kami menargetkan tracing di 242 titik. Saat ini sudah berjalan di 105 titik dan berhasil menemukan 77 pasien positif TBC dari kontak erat. Seluruhnya terus dipantau hingga masa pengobatan tuntas,” terang Srikurnia.

Menyikapi dinamika kualitas udara dan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) belakangan ini, Srikurnia menambahkan bahwa Wali Kota Padang Fadly Amran telah menerbitkan Surat Edaran pencegahan. Warga diimbau membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala batuk.

Camat Lubuk Begalung, Ikrar Prakarsa, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayah Lubuk Begalung sebagai pusat penjangkauan kesehatan ini. Pihaknya berkomitmen menggerakkan kader TBC dan puskesmas setempat agar program pemeriksaan berjalan berkelanjutan hingga wilayahnya bebas dari ancaman TBC. (**)