PADANG, NUSATIME.ID – Lonjakan mengkhawatirkan pada indeks kualitas udara memicu kekhawatiran besar di Kota Padang.

Berdasarkan data dari IQAir lembaga teknologi kualitas udara asal Swiss yang mengukur konsentrasi polutan udara secara real-time kondisi atmosfer di wilayah ini berada pada tingkat yang sangat kritis. Pemantauan IQAir pada Rabu (16/9/2026) pukul 05.00 WIB mencatat indeks kualitas udara (AQI) Kota Padang menembus angka 904.

Angka ini jauh melampaui batas aman dan mengindikasikan bahaya tingkat tinggi bagi kesehatan masyarakat akibat tingginya konsentrasi partikel berbahaya (PM2.5) di udara.

Seiring buruknya kondisi atmosfer tersebut, Pemerintah Kota Padang melayangkan imbauan umum agar seluruh warga membatasi kegiatan di luar gedung dan mengutamakan aktivitas di dalam rumah hingga situasi membaik.

Langkah ini diambil untuk meminimalisasi risiko gangguan pernapasan, iritasi, serta masalah kesehatan berat lainnya bagi masyarakat luas.

Sebagai bentuk mitigasi dan perlindungan utama bagi peserta didik, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yovi Krislova, menegaskan bahwa Pemko Padang mengambil langkah cepat dengan mengalihkan proses belajar mengajar tingkat PAUD, SD, hingga SMP sederajat menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Melalui kebijakan daring ini, Yovi mengarahkan para murid untuk memantau materi pelajaran dari rumah via sarana digital, sekaligus meminta para orang tua memberikan pendampingan penuh agar proses belajar mandiri tetap berjalan efektif dan disiplin. (**)